Jangan Salah Pilih! Ini Jenis Jahe Lokal yang Paling Pas Buat Minuman Rempah

Dosen di Prodi S1 Teknik Pertanian, Universitas Padjadjaran
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Asri Widyasanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Di musim pancaroba atau sekadar saat malam terasa dingin, segelas wedang rempah hangat memang paling pas buat nemenin waktu santai. Kebiasaan minum racikan herbal ini sekarang makin hits di kalangan milenial dan Gen Z yang pengin tetap sehat di tengah padatnya rutinitas harian.
Tapi, pernah enggak kamu berdiri di depan lapak pedagang bumbu dapur terus bingung memilih jahe? Di pasar lokal, kita biasanya menega jenis jahe: Jahe Gajah, Jahe Emprit, dan Jahe Merah. Meskipun sama-sama bikin tenggorokan hangat, ternyata karakter rasa, aroma, dan khasiat ketiganya beda banget, lo! Supaya seduhan herbal kamu rasanya makin nikmat dan khasiatnya dapet, yuk bedah mana jahe yang paling cocok buat bahan minuman harianmu!
1. Jahe Gajah: Ukuran Jumbo, Rasa Paling Santai
Secara bentuk, jahe gajah paling gampang dikenali karena ukurannya yang super besar dan gemuk. Daging buahnya tebal dan punya kandungan air yang cukup banyak. Dari segi kandungan zat aktif, jahe gajah punya manfaat antioksidan yang oke. Tapi karena kadar airnya tinggi, rasa pedas dan aromanya tergolong sangat lembut (mild).
Cocok buat siapa? Jahe ini pas banget buat kamu yang enggak tahan pedas atau cuma pengin sensasi hangat tipis-tipis.
Minusnya: Kalau dibuat wedang rempah tradisional, aromanya terasa kurang "nendang" dan rasanya cenderung hambar dibanding varietas lain.
2. Jahe Merah: Si Kecil Pedas Menyengat, Juara Imunitas
Ukurannya memang paling kecil dengan kulit kemerahan, tapi soal khasiat, jahe merah ini juaranya "kelas berat". Jahe merah kaya akan kandungan fenolik, anthocyanin, dan zat gingerenones. Kandungan ini bikin jahe merah punya efek antioksidan dan pereda peradangan yang ampuh banget buat mendongkrak daya tahan tubuh saat kondisi badan mulai drop.
Cocok buat siapa? Buat kamu yang lagi pegal-pegal atau pengin pemulihan stamina secara cepat.
Minusnya: Rasa pedas jahe merah ini sangat tajam dan mengigit di tenggorokan. Kalau diseduh polos tanpa gula atau madu, rasanya bisa terlalu keras buat sebagian orang.
3. Jahe Emprit: Pemenang Utama Racikan Wedang Rempah!
Nah, kalau ditanya mana jenis jahe yang paling pas dan enak buat racikan minuman herbal sehari-hari, jawabannya adalah Jahe Emprit! Ukurannya memang sedang dan warnanya putih kekuningan, tapi jahe inilah yang paling banyak dipakai buat sajian wedang tradisional. Ini alasannya:
Aromanya Paling Harum & Segar: Jahe emprit kaya akan minyak atsiri (citral dan zingiberene). Begitu digeprek dan diseduh air panas, aromanya langsung menguar segar dan bikin rileks.
Pedasnya Pas di Tenggorokan: Rasa hangatnya mantap tanpa bikin tenggorokan terasa "terbakar". Karakter rasa ini yang paling disukai banyak orang saat uji cita rasa (organoleptik).
Ekstra Manfaat Antibakteri: Selain menghangatkan, jahe emprit punya sifat antibakteri yang tinggi untuk menjaga kesehatan tubuh dari infeksi kuman.
Contek Rahasia Racikan Wedang Rempah Rumah:
Biar dapet sensasi aroma harum yang bikin rileks sekaligus dapet khasiat imunitas maksimal, kamu bisa pakai trik blending atau mencampur dua jenis jahe sekaligus:
Bahan Utama (70%): Gunakan Jahe Emprit geprek sebagai fondasi aroma harum dan rasa hangat yang nikmat.
Booster (30%): Tambahkan sedikit irisan Jahe Merah biar dapet suntikan antioksidan ekstra.
Sentuhan Akhir: Tambahkan serai geprek, sedikit kayu manis, dan aduk dengan madu murni selagi hangat.
Kalau kamu pengin seduhan hangat yang rasanya enak, aromanya wangi, dan pas di lidah sehari-hari, Jahe Emprit adalah pilihan paling pas. Tapi kalau lagi butuh proteksi ekstra pas badan mulai kurang fit, jangan ragu buat nambahin irisan jahe merah ke dalam cangkirmu!
