ESDM Event Mineral Festival: Menuju Energi yang Berkeadilan dan Berkelanjutan

Dosen Ilmu Komunikasi UNPAM, Media and sociaty
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Asrianto Asgaf tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cita-cita energi baru terbarukan (EBT) dalam visi Presiden Prabowo saat ini adalah mencapai swasembada energi dan itu artinya menjadi "Raja Energi Hijau Dunia", dengan fokus pada pengembangan EBT dan energi berbasis bahan baku nabati (bioenergi) Visi ini juga mencakup pengurangan ketergantungan pada energi fosil dalam peningkatan ketahanan energi nasional. Penulis ingin memberikan sumbangsi pikiran selama kegiatan ini berlangsung di hutan kota plataran senayan yaitu "Energi pencahayaan yang berkeadilan" yang dimana ini merupakan konsep yang sangat relevan dalam konteks pembangunan energi di Indonesia. Konsep ini menekankan pentingnya akses energi yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan keadilan lingkungan. Dalam rangka memperingati ESDM Event Mineral Festival yang diadakan tgl 30 hingga 31 dengan tema "Swasembada Energi Untuk Masa Depan Indonesia", kita perlu mengkonstrusikan dan merefleksikan bagaimana konsep energi pencahayaan yang berkeadilan dapat diimplementasikan dalam kebijakan dan praktik energi di Indonesia.
Hipotesis awal ini dalam rangka mencapai swasembada energi yang berkeadilan dan berkelanjutan, kita perlu memprioritaskan keadilan energi sebagai landasan pembangunan energi. ESDM memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan keadilan energi dan keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, kita perlu mendukung dan meningkatkan upaya ESDM dalam mencapai swasembada energi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dengan demikian, catatan kritisnya diharapkan dapat memberikan kontribusi pada diskusi dan refleksi tentang pentingnya keadilan energi dalam pembangunan energi di Indonesia, serta bagaimana ESDM dapat memainkan peran yang lebih efektif dalam mencapai swasembada energi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Keadilan Energi sebagai Landasan Pembangunan
Berdasarkan data terkini yang berseliweran di berbagai sumber, masih terdapat ribuan desa di Indonesia yang belum teraliri listrik. Kementerian ESDM menyebut ada sekitar 12.669 desa yang belum terlistriki. Namun, beberapa sumber menyebutkan angka yang berbeda, seperti 6.700 desa yang sulit dijangkau listrik dan 4.700 desa yang belum menikmati listrik dari PLN angka ini cukup ironis dalam pembangunan cahaya yang berkeadilan. Keadilan energi merupakan prinsip yang sangat penting dalam pembangunan energi yang berkelanjutan. Hal ini berarti bahwa setiap masyarakat memiliki akses yang adil dan merata terhadap energi, tanpa diskriminasi dan kesenjangan. Namun, realitasnya masih banyak masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap energi yang memadai, terutama di daerah-daerah terpencil dan tertinggal. Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2025 yang menetapkan peta jalan untuk transisi energi di sektor ketenagalistrikan masih belum efektif dalam mencapai keadilan energi. Pengembangan energi terbarukan seperti biomassa, bioenergi modern, geothermal, dan surya masih belum menjadi prioritas utama, dan ketergantungan pada teknologi problematik seperti co-firing dan CCS masih memiliki dampak ekonomi dan sosial-ekologi yang negatif.
Untuk mencapai transisi energi yang berkeadilan, pemerintah perlu memprioritaskan partisipasi publik yang inklusif dan perlindungan sosial bagi pekerja yang terdampak oleh transisi energi. Pemerintah juga perlu memprioritaskan desentralisasi dan kedaulatan energi berbasis komunitas dengan mendukung proyek-proyek energi terbarukan. Selain itu, pemerintah perlu menghentikan ketergantungan pada teknologi problematik yang memperpanjang penggunaan energi fosil. Dengan demikian, keadilan energi dapat menjadi landasan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Pemerintah perlu menyediakan dukungan keuangan yang kuat untuk transisi energi, seperti pajak karbon, royalti batu bara, dan penerimaan fiskal dari sektor energi fosil.
Tantangan dalam Mencapai Swasembada Energi
Tema "Swasembada Energi Untuk Masa Depan Indonesia" merupakan cita-cita yang sangat mulia, Mencapai swasembada energi merupakan cita-cita yang sangat mulia bagi Indonesia, namun perlu diingat bahwa swasembada energi tidak hanya tentang meningkatkan produksi energi, tetapi juga tentang bagaimana energi tersebut dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat secara adil dan merata. Tantangan terbesar dalam mencapai swasembada energi adalah bagaimana meningkatkan akses energi bagi masyarakat yang tidak memiliki akses, terutama di daerah-daerah terpencil dan tertinggal. Selain itu, meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan energi juga sangat penting untuk memastikan bahwa sumber daya energi dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Swasembada energi hanya akan menjadi ilusi jika pemerintah tidak serius mengatasi ketimpangan akses energi dan ketergantungan pada sumber energi yang tidak berkelanjutan. Dan untuk mencapai swasembada energi yang berkeadilan dan berkelanjutan, pemerintah perlu memprioritaskan peningkatan akses energi bagi masyarakat yang tidak memiliki akses, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan energi Serta pemerintah juga, perlu memastikan bahwa kebijakan energi yang ada dapat mendukung pencapaian swasembada energi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dengan demikian, swasembada energi dapat menjadi kenyataan yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang serius dan berkelanjutan untuk mencapai swasembada energi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Peran ESDM dalam Meningkatkan Keadilan Energi
Peran ini bukan dari logika ESDM melainkan komitmen nurani untuk pembuatan kebijakan yang berdambak pada masyarakat. yang dimana, Kementrian ESDM memiliki peran yang sangat krusial dalam meningkatkan keadilan energi di Indonesia. Pemerintah dapat membuat kebijakan yang mendukung peningkatan akses energi bagi masyarakat yang tidak memiliki akses, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan energi. Dengan membuat kebijakan yang mendukung peningkatan akses energi bagi masyarakat yang tidak memiliki akses, dan pembangunan infrastruktur energi di daerah-daerah terpencil, subsidi energi bagi masyarakat yang tidak mampu, dan pengembangan sumber energi terbarukan yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
Dengan demikian, ESDM dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan keadilan energi dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Selain itu, ESDM juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keadilan energi dan keberlanjutan lingkungan melalui kampanye edukasi dan sosialisasi. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya, ESDM dapat membantu menciptakan sistem energi yang lebih adil, berkelanjutan, dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Dengan demikian, Indonesia dapat mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
