Konten dari Pengguna

Anak yang Banyak Bertanya Bukan Berarti Tidak Bisa Diam

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari asrina mawarni'ma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
dokumentasi pribadi

Saat belajar tentang siswa sekolah dasar di perkuliahan PGSD, saya mulai menyadari bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Ada anak yang lebih banyak diam, ada yang aktif berbicara, dan ada juga yang hampir selalu memiliki pertanyaan ketika sedang belajar.

Awalnya, anak yang terlalu banyak bertanya mungkin bisa dianggap mengganggu. Ketika guru sedang menjelaskan, tiba-tiba ada anak yang mengangkat tangan dan bertanya tentang hal yang belum dipahami. Belum selesai menjawab satu pertanyaan, muncul lagi pertanyaan lainnya. Jika terjadi terus-menerus, guru tentu bisa merasa lelah.

Namun, menurut saya, anak yang banyak bertanya bukan berarti tidak bisa diam atau sengaja mengganggu pembelajaran. Bisa jadi mereka memang memiliki rasa ingin tahu yang besar dan ingin memahami sesuatu dengan lebih jelas.

Contohnya, ketika guru menjelaskan materi tentang lingkungan, seorang siswa mungkin bertanya, “Kenapa air sungai bisa kotor?” Setelah dijawab, ia bisa saja bertanya lagi, “Kalau airnya kotor, kenapa ikan masih bisa hidup?” Pertanyaan seperti ini sebenarnya menunjukkan bahwa anak sedang menghubungkan satu hal dengan hal lainnya.

Menurut saya, guru memang perlu mengatur suasana kelas agar tetap kondusif, tetapi bukan berarti semua pertanyaan anak harus langsung dihentikan. Guru bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, lalu mengarahkan pertanyaan tersebut agar tetap berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari.

Jika pertanyaannya terlalu banyak dan waktu pembelajaran terbatas, guru juga bisa mengatakan bahwa pertanyaan tersebut akan dibahas setelah materi selesai. Dengan begitu, anak tetap merasa didengarkan tanpa membuat pembelajaran menjadi tidak terarah.

Dari sini saya belajar bahwa menghadapi siswa SD tidak cukup hanya dengan melihat perilakunya dari luar. Anak yang terlihat banyak bicara atau terlalu sering bertanya belum tentu sedang mencari perhatian. Bisa jadi ada rasa penasaran yang sedang berkembang dalam dirinya.

Sebagai calon guru SD, saya merasa penting untuk belajar membedakan mana perilaku yang memang mengganggu dan mana yang sebenarnya merupakan bagian dari proses belajar anak. Karena bagi anak, bertanya adalah salah satu cara untuk memahami sesuatu.

Pada akhirnya, anak yang banyak bertanya bukan berarti tidak bisa diam. Bisa jadi, mereka hanya sedang berusaha memahami dunia dengan cara mereka sendiri. Tugas guru bukan hanya memberikan jawaban, tetapi juga membantu anak belajar bertanya dengan baik.