Saka Krida Adiwiyata SMAN 1 Kasihan Dorong Kepedulian Lingkungan Sekolah

Mahasiswa PK UNY
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Asrinandya Rengganis Achsan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SMA Negeri 1 Kasihan, Bantul, Yogyakarta, melaksanakan rangkaian kegiatan Saka Krida Adiwiyata sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, tertata, nyaman, dan mendukung kegiatan pembelajaran. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Saka Krida Adiwiyata #1 pada 31 Juli 2026 dan Saka Krida Adiwiyata #2 pada 24 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penilaian Adiwiyata pada 27 Agustus 2026. Kegiatan melibatkan warga sekolah, termasuk siswa, guru, serta mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY yang turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan penataan dan pemeliharaan lingkungan sekolah. Pelaksanaan kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education melalui pembiasaan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengalaman pendidikan di sekolah.

Kegiatan Saka Krida Adiwiyata dilaksanakan melalui berbagai aktivitas yang berfokus pada kebersihan, penataan, dan pemeliharaan lingkungan sekolah. Pada rangkaian kegiatan tersebut, peserta melakukan pembersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah agar area yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari tetap bersih dan tertata. Selain kegiatan kebersihan, dilakukan pula penataan dan pemeliharaan tanaman yang terdapat di lingkungan sekolah. Setiap tanaman diberikan label nama sehingga keberadaan tanaman dapat dikenali dengan lebih mudah. Pemberian label tersebut juga menjadi bagian dari upaya menata lingkungan sekolah sekaligus memberikan informasi mengenai tanaman yang terdapat di area sekolah.
Selain penataan tanaman, kegiatan juga mencakup pemasangan poster dan perawatan beberapa fasilitas sekolah. Peserta melakukan pengecatan kembali pada bagian tertentu, termasuk logo atau patung UKS, sehingga fasilitas tersebut terlihat lebih terawat dan tertata. Berbagai kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan pembagian tugas sesuai kebutuhan di lapangan. Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya kerja sama dalam mempersiapkan lingkungan sekolah menjelang pelaksanaan penilaian Adiwiyata. Mahasiswa PK juga turut mengambil bagian dalam kegiatan sebagai bagian dari pengalaman selama melaksanakan Praktik Kependidikan di sekolah.
Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penataan lingkungan secara fisik, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan membersihkan, menata, merawat tanaman, dan memperbaiki fasilitas sekolah, siswa dapat terlibat secara aktif dalam menjaga lingkungan tempat mereka belajar. Aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama juga memberikan kesempatan untuk membangun kerja sama dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah. Hal tersebut mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang nyaman sekaligus menjadi bagian dari proses pembiasaan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah berbagai persiapan dilakukan, pada 27 Agustus 2026 dilaksanakan penilaian Adiwiyata di SMAN 1 Kasihan. Penilaian tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap kesiapan dan pengelolaan lingkungan sekolah setelah rangkaian kegiatan Saka Krida Adiwiyata dilaksanakan. Kegiatan persiapan yang telah dilakukan memberikan kontribusi terhadap lingkungan sekolah yang lebih bersih, tertata, dan terawat. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari kebiasaan warga sekolah, bukan hanya dalam rangka menghadapi penilaian Adiwiyata.
Melalui Saka Krida Adiwiyata, SMAN 1 Kasihan menunjukkan upaya untuk mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sekolah. Keterlibatan siswa, guru, dan mahasiswa PK dalam kegiatan ini menjadi pengalaman yang mendukung proses pendidikan melalui kegiatan nyata. Ke depan, kebiasaan menjaga kebersihan, merawat tanaman, serta memelihara fasilitas sekolah diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga lingkungan sekolah tetap nyaman untuk mendukung kegiatan belajar dan perkembangan peserta didik.
