Wafatnya 'Kakanda' Sudi

Wapemred Harian Merdeka (1993-1994), Pemred Republika (2003-2005), Pemimpin Umum LKBN Antara (2005-2007), Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat (2018-2023)
Konten dari Pengguna
27 Oktober 2021 11:04
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Asro Kamal Rokan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Wafatnya 'Kakanda' Sudi (37086)
zoom-in-whitePerbesar
Prajurit TNI melakukan upacara pelepasan jenazah almarhum Letjen TNI (Purn) Sudi Silalahi di Jatiwarna Indah, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/10/2021). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Kabar duka tiba Senin (25/10/21) malam.
Telah wafat Letnan Jenderal TNI (Purn) Sudi Silalahi dalam usia 72 tahun. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Yaa Allah mudahan jalannya ke Jannatun Nai'm, tanpa hisab. Aamiin yaa Robbal'Alamiin.
ADVERTISEMENT
Kakanda Sudi -- begitu saya menyapanya -- secara dekat saya mengenalnya sejak menjabat Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada 2003. Menko Polhukam saat itu, Pak Susilo Bambang Yudhoyono.
Kami sering bertemu berbincang soal hukum dan politik. Ketika itu, saya Pemimpin Redaksi Republika. Sejak pertemuan itu, kami saling menyapa dengan sebutan Kakanda dan Adinda.
Dilahirkan di Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara, Kakanda Sudi meniti karier militer Akabri, lulus tahun 1972. Kariernya terus naik, menjabat Wakil Assospol Kasospol ABRI (1996–1997), Kepala Staf Kodam Jaya (1997–1998), Askomsos Kaster ABRI (1998–1999), Pangdam V/Brawijaya (1999–2001), Sekretaris Menko Polhukam, Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Sekretaris Kabinet, dan Menteri Sekretaris Negara (2009–2014). Kakanda Sudi adalah orang yang sangat dipercaya Pak SBY.
ADVERTISEMENT
Senyum tidak pernah lepas dari wajah Jenderal ini, ramah, dan suka bercanda. Sama sekali tidak memberi kesan sebagai seorang jenderal dalam posisi penting.
Masa kecil yang sulit dan didikan disiplin dari ayahnya, Abdul Azis Silalahi, kepala desa di Tanah Jawa, membentuk karakter Kakanda Sudi sebagai lelaki yang disiplin, santun, rendah hati, dan taat beribadah.
Semasa menjabat Sekkab dan Mensesneg, Kakanda Sudi aktif mengurus Masjid Baiturrahim di Istana Merdeka, di antaranya ia mempercantik dan mengganti karpet masjid tersebut. Ketika Republika memberitakan tentang penyempurnaan arah kiblat, Kakanda Sudi dengan cepat melakukan penyempurnaan arah kiblat Masjid Baiturrahim.
Tidak sedikit orang menyangka, Kakanda Sudi Non-Muslim, mungkin karena nama dan marganya. Ketika menjabat sebagai Pangdam Brawijaya, Kakanda Sudi pernah ditolak tokoh-tokoh agama atas dugaan non-muslim. Bahkan sempat ditolak berceramah. Padahal ia muslim taat. Tidak jarang pula, pada Natal dan Tahun Baru, Kakanda Sudi menerima ucapan selamat. Beliau hanya senyum.
ADVERTISEMENT
Kakanda Sudi Silalahi telah pergi selamanya. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Boediono, serta sejumlah sahabatnya, hadir di pemakaman TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (26/10/2021) siang.
"Surga Insya Allah, beliau orang baik, banyak jasanya," kata Pak SBY saat ditemui wartawan di TMP Kalibata.
Pergilah Kakanda menuju Jannatun Na'im, surga yang dijanjikan pada setiap orang yang tunduk pada Allah, Maha Pencipta. Pergilah Kakanda dengan semua amal dan kebaikan yang telah ditebarkan. Kami pun akan menyusul, seperti daun-daun lepas dari tangkainya dan rebah ke bumi ciptaan Allah. Kebaikan mengalir terus-menerus meski jasad telah dikebumikan.
Pergilah Kakanda menuju keindahan...
Jakarta, 27 Oktober 2021
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020