Konten dari Pengguna

Mengukir Masa Depan Melalui Pelestarian Seni Kerajinan Tangan Tradisional

Asroriah

Asroriah

MAHASISWA UPR

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Asroriah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nama Penulis : ASRORIAH

Mahasiswa : Universitas Palangka Raya

"Pelestarian seni kerajinan tangan tradisional dapat mengukir masa depan dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di daerah masyarakat untuk menjadi identitas budaya tersebut"

Pelatihan UKM SK-KT BAHALAP UPR

Seni kerajinan tangan tradisional merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal. Dalam era globalisasi sekarang ini, pelestarian seni kerajinan tangan tradisional menjadi semakin penting untuk menjaga identitas budaya dan keberlanjutan lingkungan. Pelestarian seni kerajinan tangan tradisional akan terus berkembang dengan berbagai karya-karya yang unik dan menarik dan menampilkan makna dalam setiap pembuatannya.

Seni kerajinan tangan tradisional mencerminkan identitas budaya suatu masyarakat, dengan mempertahankan dan mengembangkan karya-karya yang telah dibuat sesuia dengan identitas budaya yang ada dimasyarakat tersebut. Pelestarian seni kerajinan tangan tradisional juga dapat mmberikan kontribusi positif pada perekonomoian lokal. Dengan cara memberdayakan para pengrajin lokal, kita dapat menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat derah.

Bahan baku yang sering digunakan juga adalah dari alam untuk membuat suatu kerajinan tangan yang tradisional. Dengan memahami dan mendorong pelestarian seni kerajinan tangan tradisional, kita dapat mengukir masa depan yang melestarikan karya-karya daerah masing-masing yang menunjukan suatu identitas budayanya. Selain itu dengan membuat kerajinan dari bahan baku alam maka akan dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan baik dan bijak.

Pelestarian pembuatan kerajinan tangan juga dilakukan oleh UKM Seni Kriya Kerajinan Tradisional Universitas Palangka Raya telah mengadakan pelatihan pembuatan tas eco-print dengan memanfaatkan tumbuhan yang ada dialam. Pelatihan ini akan membuat mahasiswa memiliki pengalaman yang bisa dimanfaatkan untuk kedepannya. pembuatan tas eco-print ini lebih identik dengan tumbuhan paku atau yang disebut dengan tumbuhan kelakai yang sering di jadikan bahan makanan juga oleh masyarakat Kalimantan Tengah.