Konten dari Pengguna

Tradisi Pernikahan: Aksi "Manusia Petasan"

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Assyifa Rania tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

JAKARTA — Suara dentuman petasan adalah tradisi membahana di sepanjang jalan permukiman, diiringi kepulan asap putih dan serpihan kertas yang berserakan di jalanan. Di tengah keriuhan pesta pernikahan adat tersebut, perhatian para tamu serta warga sekitar tertuju pada seorang pria berbusana tradisional hijau stabilo yang dengan tenang memegang untaian petasan yang sedang menyala.Pria yang mengenakan peci merah, baju luaran dan celana berwarna hijau stabilo menyala, serta kain samping hitam tersebut menjadi pusat perhatian saat memegang rentetan petasan besar yang meledak tepat di sampingnya.

Aksi berani ini menjadi bagian dari tradisi penyambutan rombongan pengantin.

Sensasi dan Keberanian di Tengah Kepulan AsapSaat ditemui di lokasi acara, pria yang akrab disapa Bang Mamat (38) mengungkapkan alasannya berani melakukan aksi berbahaya tersebut dengan santai. "Sudah biasa, Mas. Ini bagian dari tradisi untuk meramaikan dan menyambut kedatangan rombongan mempelai. Kalau tidak ada suara petasan, rasanya ada yang kurang ramai," ujar Bang Mamat sambil tersenyum di tengah riuh penonton. Meskipun letupan petasan terjadi hanya beberapa puluh sentimeter dari tubuhnya, ia mengaku tidak merasa takut.

Menurutnya, kunci dari keahlian ini adalah ketenangan dan pengalaman. "Yang penting tetap tenang dan tahu arah angin supaya asap sama percikan api tidak kena mata. Kita juga harus pegang ujung tali petasannya dengan pas," tambahnya. Antusiasme Warga dan Tamu UndanganAksi tersebut menarik perhatian puluhan warga setempat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang memadati tepi jalan dan atas sepeda motor untuk menyaksikan atraksi ini dari jarak aman. Salah seorang warga yang menonton, Rini (29), mengaku terpukau sekaligus tegang melihat aksi tersebut.

" Tegang banget ngelihatnya, suara petasannya kencang sekali. Tapi seru, bikin suasana pernikahan jadi makin hidup dan meriah," tutur Rini. Lautan serpihan kertas putih bekas ledakan petasan yang memenuhi jalanan menjadi saksi meriahnya pesta hajatan hari itu. Tradisi menyalakan petasan ini terus dipertahankan warga sebagai simbol kemeriahan dan rasa suka cita dalam mengantar pasangan pengantin menuju lembaran hidup yang baru.

Foto dari Assyifa Rania|Tradisi Penyambutan Rombongan Pengantin.