Penerapan Akuntansi Sebagai Manajemen Perusahaan

Seorang mahasiswa UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto
Tulisan dari Asti Astutiningtyas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berdasarkan apa yang telah saya pelajari, akuntansi merupakan sebuah proses yang tidak sederhana. Secara garis besar, Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengelompokkan, mengolah, dan menyajikan data transaksi yang berhubungan dengan keuangan. Akuntansi digunakan untuk mengukur hasil usaha atau kegiatan ekonomi di suatu perusahaan yang kemudian informasi akuntansi tersebut disampaikan ke berbagai pihak. Dari informasi tersebut, seseorang yang ahli dalam bidangnya dapat menggunakannya sebagai bahan untuk mengambil suatu keputusan.
Akuntansi yang digunakan di suatu perusahaan biasa disebut dengan akuntansi manajemen. Akuntansi manajemen adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur, mengakumulasi, menganalisis, menyusun, menginterpretasi, dan merupakan komunikasi informasi yang digunakan oleh manajemen perusahaan untuk merencanakan, mengevaluasi, dan pengendalian dalam suatu entitas untuk memastikan akuntabilitas penggunaan sumber daya didalamnya.
Akuntansi manajemen ini bermanfaat untuk memberikan dasar pembuatan keputusan dan strategi bisnis sehingga manajemen bisa lebih siap untuk mengelola dan mengontrol perusahaan. Akuntansi manajemen memiliki beberapa fungsi dan penerapannya di dalam perusahaan, antara lain:
1. Menghasilkan informasi keuangan untuk kepentingan manajemen atau pihak internal perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dan juga untuk membantu perusahaan terhubung dengan pihak luar.
2. Mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi keuangan dalam bentuk suatu laporan keuangan yang sistematis, transparan, dan detail.
3. Untuk menyajikan suatu laporan sebagai satu kesatuan usaha.
4. Sebagai bahan perencanaan bisnis atau pengambilan keputusan investasi.
Biasanya orang yang membutuhkan akuntansi manajemen di sebuah perusahaan adalah manajer keuangan, manajer produksi, dan manajer pemasaran.
Akuntansi perusahaan dibagi menjadi tiga, yaitu perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur. Di dalam akuntansi, seseorang harus melakukan serangkaian langkah untuk menyusun dan melaporkan transaksi keuangan perusahaan yang disebut dengan siklus akuntansi. Siklus akuntansi di setiap perusahaan berbeda atau memiliki caranya masing-masing sesuai dengan jenis perusahaan tersebut, apakah itu perusahaan jasa, dagang, atau manufaktur.
Siklus akuntansi perusahaan jasa untuk membuat laporan keuangan memiliki 8 langkah, antara lain :
1. Transaksi keuangan.
2. Mencatat segala transaksi keuangan berdasarkan bukti asli transaksi dalam satu periode akuntansi.
3. Membuat jurnal umum.
4. Membuat jurnal penyesuaian dan kertas kerja (worksheet).
5. Membuat laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca.
6. Membuat laporan penutup.
7. Membuat neraca saldo setelah penutupan.
Siklus akuntansi perusahaan dagang hampir sama dengan perusahaan jasa, hanya saja ada tambahan lain. Ada 12 langkah di dalam siklus akuntansi perusahaan dagang yang terbagi menjadi 3 tahap, antara lain :
1. Tahap pencatatan, yaitu mengidentifikasi transaksi jurnal, langkah-langkahnya sebagai berikut: Transaksi (internal dan eksternal); Pengumpulan bukti transaksi; Mencatat ke dalam jurnal umum, jurnal khusus, dan ke dalam buku besar pembantu; Merekapitulasi pada jurnal umum dan jurnal khusus; Kemudian posting ke buku besar.
2. Tahap pengikhtisaran antara lain: Membentuk neraca saldo; Menyusun jurnal penyesuaian; Membuat neraca lajur.
3. Tahap pelaporan keuangan antara lain: Menyusun laporan keuangan (laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, dan arus kas); Menyusun jurnal penutup; Membuat neraca saldo setelah penutupan; Dan membuat jurnal pembalik.
Siklus akuntansi perusahaan manufaktur sebagai berikut:
1. Mengumpulkan bukti transaksi.
2. Membuat jurnal.
3. Posting ke buku besar.
4. Membuat neraca saldo.
5. Menyusun jurnal penyesuaian.
6. Menyusun neraca saldo setelah penyesuaian.
7. Membuat laporan keuangan.
8. Menyusun jurnal penutup.
9. Menyusun neraca saldo setelah penutupan.
10. Membuat jurnal pembalik.
Seperti itulah penerapan akuntansi sebagai manajemen perusahaan. Akuntansi itu merupakan hal yang sangat penting yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah perusahaan, baik itu perusahaan besar, kecil, maupun menengah.
Asti Astutiningtyas, mahasiswa Ekonomi Syariah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
