Biomassa: Sumber Energi Terbarukan

Dosen Fisika FMIPA Universitas Andalas
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Astuti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia mempunyai peluang besar dalam menghasilkan sumber energi terbarukan berupa biomassa. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti lahan pertanian, perkebunan, dan hutan yang begitu luas. Lika dikaitkan dengan biomassa, artinya terdapat beragam biomassa yang dapat diubah menjadi energi terbarukan, baik itu dalam bentuk sisa pertanian dan perkebunan ataupun sisa-sisa pengolahan hasil hutan. Selain itu, sisa dari pengolahan industri peternakan juga menjanjikan sebagai sumber energi berbasis biomassa.
Menurut para ahli, potensi energi biomassa di Indonesia bisa mencapai puluhan gigawatt (GW). Hal ini dapat dihasilkan dari pengolahan sisa-sisa kelapa sawit, yang meliputi tandan kosong dan cangkang, dapat diolah menjadi energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik banyak wilayah pedesaan.
Selain itu, limbah kayu dari industri pengolahan kayu juga merupakan sumber biomassa yang potensial. Begitu juga dengan limbah pertanian seperti jerami padi, ampas tebu, dan sekam padi yang saat ini sebagian besar hanya dibuang atau dibakar begitu saja. Padahal, jika diolah dengan teknologi yang tepat, semua ini bisa menjadi sumber energi yang berkelanjutan.
Biomassa
Biomassa merupakan bahan organik yang berasal dari sampah, tumbuhan, dan hewan yang dapat diubah menjadi energi, seperti kayu, sisa panen perkebunan, kotoran hewan, dan limbah pertanian. Biomassa dapat diproses dengan berbagai cara untuk menghasilkan bahan bakar, energi panas, dan energi listrik.
Proses Pengolahan Biomassa Menjadi Energi
Untuk mengubah biomassa menjadi energi, diperlukan teknologi yang tepat. Beberapa teknologi yang umum digunakan termasuk pembakaran langsung, gasifikasi, dan pirolisis.
Pembakaran Langsung, merupakan cara paling sederhana dan umum digunakan untuk memanfaatkan biomassa. Dalam proses ini, biomassa dibakar sehingga menghasilkan energi panas. Energi panas tersebut kemudian disimpan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pemanas makanan atau ruangan. Energi panas ini juga dapat dikonversi untuk menghasilkan energi listrik dengan cara tertentu.
Gasifikasi, yaitu mengubah biomassa menjadi gas, kemudian diproses sehingga dapat digunakan untuk menghasilkan listrik atau bahan bakar. Gasifikasi menghasilkan syngas yang mengandung hidrogen dan karbon monoksida, yang dapat dibakar untuk menghasilkan energi.
Pirolisis, yaitu proses pemanasan biomassa dalam kondisi tanpa oksigen untuk menghasilkan bio-oil, biochar, dan syngas.Bio-oil mirip dengan minyak bumi yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik, pemanasan, atau bahkan sebagai bahan baku untuk produk kimia. Biochar hasil pirolis biomassa yang menyerupai arang, dengan struktur yang sangat berpori, sehingga efektif untuk menyimpan karbon dan meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu, biochar dapat digunakan untuk pengolahan air limbah, sebagai bahan bakar alternatif, dan sebagai bahan penyerap polutan dari air atau udara. Biochar juga membantu dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dengan menyerap dan menyimpan karbon dioksida dari atmosfer.
Fermentasi, yaitu proses perubahan biomassa menjadi bioetanol atau biogas. Bioetanol dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk kendaraan, sedangkan biogas dapat digunakan untuk memasak atau menghasilkan listrik.
Permasalah dalam Pemanfaatan Biomassa
Meskipun potensi biomassa di Indonesia sangat besar, ada beberapa permasalahan yang ditemui dalam pemanfaatannya sebagai sumber energi.
Infrastruktur: dibutuhkan infrastruktur yang memadai untuk mengumpulkan, mengolah, dan mendistribusikan biomassa. Terdapat beberapa wilayah pedesaan yang sulit diakses, sehingga mempersulit pengumpulan dan pengangkutan biomassa ke lokasi pemrosesan.
Teknologi: meskipun teknologi untuk mengubah biomassa menjadi energi sudah tersedia, penerapannya di Indonesia masih terbatas. Selain itu beberapa alat untuk memproses biomassa menjadi sumber energi dan untuk penyimpanan energi sulit diakses masyarakat karena terkendala biaya. Banyak teknologi ini masih memerlukan investasi yang cukup besar, dan hanya sedikit yang sudah diterapkan secara luas di tingkat industri.
Kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan energi biomassa juga masih belum optimal. Meskipun ada beberapa bantuan yang diberikan, namun dukungan pemerintah untuk mengoptimalkan sumber energi ini masih kurang.
Kesadaran dan Pengetahuan: terkadang masyarakat tidak ingin direpotkan dengan pengetahuan dan hal baru, karena sudah terbiasa menggunakan sumber energi yang sudah jadi. Banyak masyarakat yang belum memahami bahwa limbah pertanian dan sisa-sisa tanaman yang mereka miliki sebenarnya bisa diolah menjadi sumber energi alternatif. Tentu saja hal ini dapat menghemat biaya penggunaan sumber energi listrik PLN ataupun penggunaan bahan bakar minyak dan gas saat memasak makanan.
Peluang di Masa Depan
Indonesia memiliki peluang pengembangan energi biomassa yang sangat besar. Dengan bimbingan dan bantuan dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, biomassa dapat menjadi salah satu pondasi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Pengolahan biomassa secara tepat memungkingkan masyarakat lebih mandiri terhadap sumber energi. Selain itu, pemanfaatan biomassa juga dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan menciptakan lapangan kerja baru, terutama di wilayah pedesaan.
Sumber Referensi:
APROBI. (2024)."Biomassa untuk Pedesaan: Peluang dan Tantangan." APROBI.
Institut Teknologi Bandung (ITB). (2021). "Peluang Pemanfaatan Energi dari Biomassa Menurut Ahli Teknik Kimia ITB." ITB.
MEBI. (2023). "Gathering Awal Tahun MEBI: Peluang Besar Supplai Biomassa dan Pembangkit Listrik Berbasis Biomassa di Indonesia Menuju NZE 2060." MEBI.
AgroIndonesia. (2020). "Energi Biomassa, Energi Masa Depan." AgroIndonesia.
CNBC Indonesia. (2022). Potensi Biomassa RI Capai 32 GW, Bisa Jadi Pusat Energi Dunia.
Energi Today. (2024). Pengembangan Energi Biomassa di Indonesia: Tantangan dan Peluang.
