Synaesthesia: Mengenal Musik dari Warnanya

Mahasiswa Psikologi di Universitas Brawijaya
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Atallah Azayaka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kamu tau gak sih ada satu kondisi di mana seseorang dapat melihat suara dan juga mendengar warna loh! Hal tersebut dinamakan Synaesthesia. Sebenarnya dalam penuturan Bahasa Indonesia, Synaesthesia atau sinestesia cukup sering loh digunakan seperti Merah Berani, Kuning Periang dan semacamnya.
Jadi, apa sih itu Synaesthesia? Menurut ilmuwan sekaligus pengajar di The Australian National University Research School of Psychology (ANU), Dr. Stephanie Goodhew, mengungkapkan bahwa mereka yang memiliki Synaesthesia memiliki asosiasi mental yang lebih kuat tentang konsep yang berhubungan dengan warna dan suara.
Seseorang dengan Synaesthesia memiliki hubungan antar bagian otak lebih kuat, khususnya pada bagian Lobus Oksipital (Penglihatan) dengan Lobus Temporal (Pendengaran). Jadi hal tersebutlah yang membuat seseorang dengan Synaesthesia dapat melihat suara ataupun mendengar warna.
Contohnya orang-orang yang memiliki kondisi Synaesthesia akan memiliki kemampuan untuk menikmati suatu musik bukan hanya dari suaranya saja melainkan dari warna. Hal tersebut dinamakan Music-Color Synaesthesia. Bukan hanya itu, ada pula ragam-ragam dari Synaesthesia seperti Grapheme-Color Synaesthesia yang membuat abjad terlihat memiliki warna tertentu, Music-Shape Synaesthesia yang membuat musik terlihat memiliki bentuk tertentu, Lexical-Gustatory Synaesthesia yang membuat membaca atau setiap kata memiliki aroma tertentu, dan Person-Color Synaesthesia yang membuat setiap individu memiliki warnanya tersendiri.
Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui seseorang yang memiliki kondisi Synaesthesia memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan suatu hal ataupun rasa lohh. Seseorang yang memiliki kondisi ini biasanya adalah orang-orang yang berkecimpung di bidang Seni contohnya Pharell William dan Marilyn Monroe.
Untuk kamu yang belum tau, Pharell William adalah seorang musisi internasional yang lagu-lagunya sudah sangat dikenal oleh banyak orang. Namun dalam salah satu wawancaranya, ia mengatakan bahwa ia adalah salah satu dari beberapa orang yang memiliki kondisi Synaesthesia. Jenis Synaesthesia yang ia miliki adalah Sound-Color Synaesthesia atau dapat melihat warna dari suatu nada atau musik. Namun ia tidak melihat hal tersebut menjadi satu halangan, justru ia memanfaatkan hal tersebut dalam pembuatan musik-musiknya.
Dari cerita tersebut timbullah satu pemikiran, apakah mungkin seseorang dengan Synaesthesia dapat dengan mudah mempelajari musik bahkan menjadi musisi yang sukses? Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seseorang dengan Synaesthesia khususnya Sound-Color Synaesthesia memungkinkan diri mereka untuk melihat nada dalam bentuk warna. Warna yang akan muncul bisa saja berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Jadi, pertanyaan apakah seorang dengan Synaesthesia dapat dengan mudah untuk mempelajari musik, jawabannya adalah iya.
Kalau diibaratkan, Musik memiliki konsep seperti sel-sel yang ada di tubuh kita. Sel-sel tersebut melambangkan nada-nada pada musik dan apabila sel-sel tersebut dikumpulkan menjadi kesatuan yang padu akan terciptalah jaringan yang kemudian akan menjadi organ. Begitu Pula dengan musik, nada atau not adalah unsur paling dasar dalam musik yang apabila disusun dengan keterpaduan maka akan menghasilkan satu kesatuan yang bernama lagu/musik. Seorang neurosaintis dan violinist profesional, Kaitlyn Hova, telah membuktikan bahwa ia mempelajari musik dengan kondisi synaesthesia nya. Dirinya melihat nada-nada dasar sebagai warna berbeda-beda seperti nada C yang berwarna merah, nada D berwarna biru, nada E berwarna kuning terang, nada F berwarna hijau terang, nada G berwarna hijau, nada A berwarna orange ke merah-merahan, dan nada B yang berwarna ungu.
Pada seminar yang dilakukannya di tahun 2017 lalu, ia dengan suaminya membuat suatu biola yang akan menampilkan warna sesuai apa yang dirinya lihat sesuai dengan nada-nada yang dimainkannya dan ketika dirinya memainkan suatu lagu, maka akan terciptalah suatu rentetan warna yang sangat indah.
Dari yang dijelaskan di atas, Synaesthesia memang dapat dikategorikan sebagai suatu kelainan yang dimiliki oleh segelintir orang, namun kondisi tersebut tidaklah menjadi hambatan yang akan menghalangi kehidupan orang-orang tersebut. Banyak sekali nama-nama tokoh terkenal yang memiliki kondisi ini, mulai dari novelis, musisi, pelukis, dan masih banyak lagi.
SUMBER :
Goodhew, S. C., Freire, M. R., & Edward, M. (2015). Enhanced semantic priming in synesthetes independent of sensory binding. Conscousness and Cognition. 33. 443-456. https://doi.org/10.1016/j.concog.2015.02.019
Aulia. (2016, October 13). Faktor Penyebab Terjadinya Synesthesia Menurut Peneliti Australia. http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-ilmiah/faktor-penyebab-terjadinya-synesthesia-menurut-peneliti-australia
Rossa, V. (2018, November 05). Synaesthesia, Ketika Kamu Bisa Merasakan Sakit Orang Lain. https://www.suara.com/lifestyle/2018/11/05/121555/synaesthesia-ketika-kamu-bisa-merasakan-sakit-orang-lain?page=all
Cytowic, R. E. (2013, June 10). What color is Tuesday? Exploring synesthesia. https://www.youtube.com/watch?v=rkRbebvoYqI
Hova, K. (2017, April 11). Seeing song through the ears of a synesthete. https://www.youtube.com/watch?v=1LUbxfnpez4&t=319s
Bernard, J. W., (1986). Messiaen's Synaesthesia: The Correspondence between Color and Sound Structure in His Music. Music Perception. 4(1), 41-68. https://doi.org/10.2307/40285351
Voong, M., Beale, R. (2007). Music organisation using colour synaesthesia. Experience Report, 1869-1874. https://doi.org/10.1145/1240866.1240913
