Konten dari Pengguna

Tips Mengajak Anak Mendaki Gunung

Reh Atemalem

Reh Atemalem

Perempuan, ibu, pejalan

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Reh Atemalem tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendakian Sibayak lewat jalur wisata.
zoom-in-whitePerbesar
Pendakian Sibayak lewat jalur wisata.

Ingin mengajak anak mencoba pengalaman baru di akhir pekan? Naik gunung bisa jadi salah satu opsinya. Di Indonesia cukup banyak gunung yang ramah untuk anak-anak. Bukan karena di gunung ada playground-nya, tapi karena jalur yang dilewati tidak terlalu ekstrem dan cukup aman dilalui langkah kecil mereka.

Di Jawa Barat, gunung yang cukup sering didaki anak-anak adalah Gunung Lembu dan Gunung Papandayan. Kedua gunung ini tidak terlalu tinggi dan jalurnya juga tidak terlalu terjal. Di beberapa spot, pendaki bisa mampir ke warung untuk belanja jika bekal yang dibawa terasa kurang.

Di Sumatera Utara, gunung yang cukup nyaman didaki anak-anak adalah Gunung Sibayak. Gunung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini berjarak sekitar 2-3 jam perjalanan dari Kota Medan. Sibayak memiliki jalur wisata alias jalur aspal yang bisa dilewati kendaraan bermotor. Jalur ini memangkas jalan mendaki cukup jauh dan tentu saja waktu pendakian serta merta jadi lebih singkat.

Jalur wisata bisa diakses lewat Brastagi. Dari Brastagi, pendaki bisa mengambil jalur ke arah Sibayak. Sinyal cukup lancar di sini, jika enggan bertanya arah kepada penduduk, bisa mengikuti arahan yang diberikan google maps/waze.

Jika mengikuti jalur yang benar, kita akan menemukan jalan aspal yang mengantarkan langsung ke pos tempat membayar tiket sekaligus tempat parkir kendaraan.

Informasi umum soal Gunung Sibayak.
Perbekalan wajib naik gunung.
Aturan dasar pendakian gunung.

Dari pos tempat membeli tiket, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki di jalan aspal berbatu sampai pos istirahat kedua. Di pos ini tersedia warung, toilet, dan musala. Silakan mampir jika membutuhkan. Dari pos kedua, jalur berubah total. Tidak ada lagi jalur aspal. Setelahnya kita akan menemukan tangga batu, pepohonan rindang, dinding kapur dan tentu saja Kawah Sibayak.

Pepohonan yang rindang.
Tangga batu di pendakian Sibayak.

Jika berjalan terus, dari pos pertama hingga Kawah Sibayak, waktu yang dihabiskan sekitar satu jam saja. Jalur yang dilewati cukup aman dan jelas. Hanya saja mesti berhati-hati karena di beberapa bagian jalan becek dan licin.

Di Puncak tidak tersedia sumber air, segala perbekalan harus dibawa dari bawah. Untuk perjalanan pulang-pergi, setiap orang sebaiknya membawa air minimal 1 liter.

Tertarik mengajak anak mendaki gunung? Berikut beberapa tips agar perjalanan jadi nyaman dan menyenangkan.

  • Jika memilih waktu pendakian di pagi hari, pastikan anak dapat cukup istirahat malam sebelumnya.

  • Sarapan lebih dulu.

  • Bawa jaket. Meskipun cuaca terlihat cerah dan matahari bersinar cukup terang, angin di gunung kadang-kadang bisa sangat dingin.

  • Gunakan sepatu yang nyaman dan sesuai dengan jalur pendakian.

  • Bawa kaus kaki dan pakaian cadangan.

  • Bawa makanan dan minuman favorit anak untuk membangkitkan semangatnya.

  • Bawa uang kecil untuk jajan di warung dan membayar toilet.

  • Cuaca tidak bisa ditebak, bawa jas hujan.

  • Untuk menyiapkan mental anak, sebelum mendaki boleh juga ajak mereka menonton video dan melihat-lihat foto pendakian sebelumnya.

  • Sembari mendaki, selipkan informasi mengenai hutan dan satwa untuk menambah wawasan anak.

Ingatkan anak untuk menjaga diri dan lingkungannya saat mendaki. Bawa serta sampah makanan/minuman saat turun, dan hormati sesama pendaki ketika bertemu di jalan. Terpenting dari semuanya adalah kondisi fisik orang tua harus sehat dan bugar agar bisa mendampingi anak mendapatkan pengalaman baru. ^^

Salam lestari.

Reh Atemalem Menulis cerita perjalanan di: atemalem.com