Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNDIP berikan Diversifikasi Produk olahan ikan Lele Menjadi Dimsum

Atha Kamila Rihadhatul Aisy

Atha Kamila Rihadhatul Aisy

Mahasiswa Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Atha Kamila Rihadhatul Aisy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Inovasi Pengolahan Ikan Lele Menjadi Dimsum untuk Meningkatkan Nilai Jual

Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2024 Diversifikasi Produk olahan ikan Lele Menjadi Dimsum di Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo (Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2024 Diversifikasi Produk olahan ikan Lele Menjadi Dimsum di Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo (Dokumentasi Pribadi)
Mahasiswa KKN UNDIP berikan Diversifikasi Produk olahan ikan Lele Menjadi Dimsum (1)
zoom-in-whitePerbesar

Pada tanggal 23 Juli 2024, Atha Kamila Rihadhatul Aisy, mahasiswa Program Studi S1 Aquakultur dari Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam KKN TIM II, telah melaksanakan program kerja inovatif di Desa Puhgogor. Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual ikan lele hasil budidaya dengan mengolahnya menjadi dimsum, makanan yang digemari oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak menyukai konsumsi ikan lele dalam bentuk aslinya.

Kegiatan yang berlangsung di rumah Ibu Sri, seorang bidan desa sekaligus posko KKN, ini dihadiri oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, ibu hamil, serta anggota posyandu Desa Puhgogor. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap langkah dalam proses pembuatan dimsum lele yang dipandu langsung oleh Atha Kamila.

Dalam kegiatan ini, Atha menjelaskan bahwa pengolahan ikan lele menjadi dimsum tidak hanya memberikan alternatif produk olahan ikan yang lebih menarik bagi konsumen, tetapi juga menjadi solusi untuk meningkatkan nilai jual ikan lele. Dimsum lele ini diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan yang mampu menarik minat pasar, baik lokal maupun lebih luas.

Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya diversifikasi produk berbasis ikan lele sebagai sumber protein yang lebih terjangkau dan kaya gizi. Dengan demikian, produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif sumber protein yang sehat dan digemari masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan anak-anak.

Setelah sesi demonstrasi, peserta diberi kesempatan untuk mencoba membuat dimsum lele sendiri dengan bimbingan dari Atha. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru bagi peserta, tetapi juga membuka peluang usaha bagi mereka yang tertarik untuk memproduksi dan menjual dimsum lele di kemudian hari.

Secara keseluruhan, program kerja ini mendapatkan respon positif dari para peserta yang merasa bahwa inovasi ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Puhgogor. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Atha Kamila Rihadhatul Aisy telah berhasil membawa perubahan yang berarti melalui inovasi dalam pengolahan ikan lele, sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui KKN.