Apakah Seni Digital Akan Mengalahkan Seni Tradisional?

berprofesi sebagai guru SDIT, mahasiswa ITB Ahmad Dahlan jurusan DKV
Tulisan dari athaya zafirah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pertanyaan seperti ini tidak mudah untuk dicari jawabannya guys, karena sejak komputer ditemukan, terjadi pro dan kontra antara seni tradisional dengan seni digital.
Para pencinta seni tradisional bahkan mendakwa seni digital adalah seni palsu dan hanya menghasilkan seniman pemalas. Sementara para seniman digital membalas bahwa para seniman tradisional adalah mereka yang tidak bisa mengadaptasi perkembangan jaman yang menuntut segalanya bergerak cepat. Kalau menurut saya sih, ya pilih saja yang menurut anda nyaman, langsung kerjakan betul enggak guys. Masalahnya, anda tidak bisa mematikan seni tradisional, begitu pun sebaliknya. Masing-masing mempunyai sisi positif dan negatif.

Positif dan negatif seni tradisional dan digital
Apa positifnya seni tradisional? Unik. Karya cat minyak mempunyai tekstur dan bisa diraba terutama kalau di pajang di suatu galeri. Begitu pun karya cat air. Dari tekstur kertasnya dapat dihasilkan nuansa tertentu yang menyentuh pemandangnya. Karya tradisional adalah murni dihasilkan dari kecakapan seniman itu sendiri tanpa membutuhkan perangkat-perangkat bantuan.
Negatifnya, agak susah untuk diperbaiki kalau ada kesalahan, tidak mudah untuk diproduksi ulang, terlalu banyak menggunakan media dan perangkat gambar atau lukisan, susah untuk dibawa ke mana-mana.
Positifnya karya seni digital adalah lebih nyaman dalam menghasilkan karya dibanding berkarya dengan media tradisional. Mudah untuk diperbaiki ketika salah, menghasilkan karya dan memproduksinya lebih cepat. Seni digital tidak membutuhkan ruang kerja yang luas dan mudah untuk dibawa-bawa. Hasil karya cenderung lebih aman tersimpan.
Sisi negatif, kebiasaan buruk menghapus kesalahan-kesalahan ketika berkarya, sangat tidak mendidik anda untuk menjadi seniman yang baik. Karya-karya lebih mudah untuk dipalsukan dan dicuri. Tidak mendidik anda untuk mengaduk mencampurkan warna. Banyak mendapat masalah ketika memproduksikan atau mencetak karya terutama menyangkut keaslian warna.
Jadi menurut saya begini guys. Bagi mereka yang mencintai teknik tradisional, tidak usah berkecil hati dengan dunia teknologi maju karena sentuhan dan nuansa teknik tradisional sampai saat ini belum bisa disamakan secara digital. Dunia anda tidak akan tersentuh. Tapi, kalau melibatkan seni anda dengan produksi massal dan kecepatan, mau tidak mau anda akan kalah dengan seniman digital. Sebuah hasil rendering yang dihasilkan dengan tangan, jauh lebih memakan waktu dibanding dengan digital. Jadi, ada saatnya anda bertahan pada seni tradisional, tapi jangan butakan mata dan hati anda dengan dunia digital.
