Konten dari Pengguna

Menikmati Pesona Alo Cinta Gorontalo, Destinasi Wisata yang Hadir karena Pandemi

Ato Kau

Ato Kau

Lahir di Gorontalo. Wartawan di Kronologi.id. Lulusan SMA Negeri 2 Limboto, Gorontalo. Suka jalan-jalan dan menulis.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ato Kau tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dermaga Alo Cinta. Foto: Ato Kau
zoom-in-whitePerbesar
Dermaga Alo Cinta. Foto: Ato Kau

Tahukah kamu dengan destinasi wisata Alo Cinta? Kalau belum, coba baca ulasan berikut. Siapa tahu destinasi wisata satu ini bisa mengisi daftar tujuan liburanmu nanti.

Alo Cinta merupakan destinasi wisata tengah laut yang berada di Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Sedikit tentang Desa Torosiaje. Desa ini merupakan salah satu destinasi wisata andalan Provinsi Gorontalo. Bahkan desa ini sudah dinobatkan sebagai desa wisata.Desa Torosiaje dikenal dengan sebutan Kampung Bajo. Letak desa ini berada di tengah laut atau berada di kawasan Teluk Tomini.

Karena letaknya di tengah laut rumah-rumah disini juga berdiri di atas permukaan laut dengan pondasi terbuat dari batang pohon. Setiap rumah terhubung dengan koridor atau jalan dari bahan kayu dan punya nama layaknya jalan-jalan di darat.

Potret pemukiman warga Desa Torosiaje. Foto: Ato Kau

Banyak kegiatan menarik yang bisa kamu lakukan selama berada di desa ini. Misalnya, memancing, berkeliling desa menggunakan sampan, menjelajah Teluk Tomini, berenang, hingga menyaksikan kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Torosiaje. Tentu semua aktivitas masyarakat disni dilakukan di atas permukaan laut.

Desa ini tidak hanya dihuni Suku Bajo. Kamu juga bisa menemukan etnis lain seperti Gorontalo, Bugis, Mandar, Buton, Minahasa, Jawa, Madura, hingga Papua. Semua hidup damai di desa ini.

Untuk berkunjung Desa Torosiaje kamu membutuhkan waktu lima hingga enam jam dari pusat kota Gorontalo atau dari bandara Gorontalo. Sesampai di sana, kamu masih harus menyebrang menggunakan taksi perahu sekitar lima sampai sepuluh menit.

Soal fasilitas tidak perlu khawatir. Mulai dari taksi perahu, listrik, air bersih, rumah makan, pusat oleh-oleh, sampai dengan home stay semuanya tersedia disini. Begitu juga soal kebersihannya tidak perlu diragukan.

Hamparan pegunungan dan hutan mangrove turut mempercantik pemandangan Alo CInta. Foto: Ato Kau

Alo Cinta Hadir karena Pandemi

Mungkin kamu bertanya apa arti dari Alo Cinta. Menurut pengakuan pemerintah setempat, Alo Cinta terdiri dari dua suku kata berbeda. Alo berasal dari bahasa Bajo yang berarti kolam alami, sedangkan cinta dari bahasa Indonesia.

Alo Cinta diresmikan tanggal 31 Desember 2021 yang lalu. Tepat saat dunia sedang dilanda pagebluk Covid-19. Pembangunan dermaga ini memakan biaya sekitar Rp350 juta, yang bersumber dari dana desa.

Pembangunan destinasi ini bukan inisiatif pemerintah desa saja. Akan tetapi atas masukan dari masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, BPD, bahkan wisatawan yang pernah berkunjung sebelum-sebelumnya.

Hadirnya Alo Cinta memang untuk memulihkan ekonomi masyarakat Desa Torosiaje serumpun setelah diterpa pagebluk Covid-19. Kehadiran Alo Cinta diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik lokal maupun nasional ke Desa Torosiaje sehingga berdampak positif terhadap UMKM di desa tersebut.

Alo Cinta sendiri berupa dermaga berbentuk love. Di beberapa sisi dermaga terdapat beberapa gazebo tempat istirahat pengunjung setelah puas mengitari dermaga.

Dermaga Alo Cinta dilengkapi dengan 10 gazebo. Foto: Ato Kau

Bagi penikmat senja, tempat ini sangat pas untuk menyaksikan cahaya kuning keemasan matahari sore yang mulai tenggelam. Deretan pulau-pulau kecil dan hijaunya hutan mangrove turut mempercantik suasana menjelang malam.

Asiknya lagi, sebelum mendapati matahari benar-benar tenggelam, kamu bisa berkeliling kampung sembari menyapa warga sekitar atau ikut berenang bersama anak-anak. Bagi yang suka sepak bola tidak jauh dari lokasi Alo Cinta.

Senja dari dermaga Alo Cinta. Foto: Ato Kau

Usai menikmati senja, malamnya kamu akan disuguhi kilau lampu LED warna warni yang terpasang mengeliling dermaga.

Apakah bisa bermalam disini? Tentu bisa. Hanya saja tidak disarankan membangun tenda karena dermaga Alo Cinta tidak bisa dijadikan camp area. Kamu bisa menyewa home stay. Harganya terjangkau, kok.

Dermaga Alo Cinta malam hari. Foto: Ato Kau

Tertarik berkunjung ke Alo Cinta Desa Torosiaje? Tenang. Kamu tidak perlu mengeluarkan biaya mahal-mahal. Cukup dengan biaya murah semurah senyum warga disini yakni sebesar Rp20.000, kamu sudah bisa menikmati pesona Alo Cinta lengkap dengan keindahan Desa Torosiaje sepuasanya.