Konten dari Pengguna

Memori Indah di Yogyakarta

Zahira Audia Adjani

Zahira Audia Adjani

Mahasiwa Penerbitan Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zahira Audia Adjani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto : pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto : pexels.com

Pernahkah kamu menginjakkan kaki di Yogyakarta? Sekali kamu datang ke sana pasti terbesit keinginan untuk datang kembali. Keramahan penduduk setempat, bangunan kuno peninggalan sejarah, tempat wisata yang romantis serta candi-candi eksotis yang akan membuatmu betah. Dengan perencanaan yang matang tentu saja liburanmu akan semakin istimewa seperti slogan ‘Yogya Istimewa’.

Tidak perlu menggunakan budget yang mahal, kamu sudah bisa menikmati berbagai destinasi wisata yang murah dan menarik di sana. Mulai dari wisata alam pegunungan, pantai, hingga kuliner. Keunikan, keindahan, dan keanekaragaman alam Yogyakarta menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi tempat penginapan murah bisa kamu temukan di perkampungan dekat Malioboro.

Daerah Istimewa Yogyakarta dibagi menjadi 5 wilayah, yang terdiri dari Kota madya Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul. Setiap kabupaten memiliki tempat wisata yang unik dan menawan. Waktu tempuh menuju tempat wisata tidak membutuhkan waktu yang lama, karena lokasi wisata sangat berdekatan.

Kota madya Yogyakarta yang menjadi pusat kota, bisa kamu kunjungi tiga tempat sekaligus seperti Malioboro, Pasar Beringharjo, dan Keraton Yogyakarta. Tempat wisata itu sangat berdekatan. Jika kamu berada di Titik Nol Kilometer Yogyakarta dan ingin berkunjung ke Keraton Yogyakarta, kamu bisa berjalan kaki melewati Alun-alun Lor (utara) dengan hamparan pasir yang luas.

Foto : pexels.com

Memasuki Keraton Yogyakarta, nuansa jawa semakin terasa ketika kamu melihat Abdi Dalem yang memainkan musik gamelan Jawa dan terlibat aktif dalam kegiatan keseharian keraton. Berbagai koleksi barang-barang bersejarah tersimpan dalam kotak kaca yang tersebar di berbagai sudut ruangan. Salah satu contoh arsitektur terbaik bisa kamu temukan di Keraton Yogyakarta. Memiliki balairung yang mewah, balai pertemuan serta lapangan dan paviliun yang luas. Tidak diragukan, Keraton Yogyakarta adalah simbol keistimewaan daerah ini. Matamu tidak akan berpaling setiap kali melihat ukiran yang sangat kental dengan ornamen Jawa. Arsitektur yang khas dan suasana asri menjadikan Keraton Yogyakarta tempat yang menarik dan sayang untuk dilewatkan.

Foto : pexels.com

Tidak jauh dari Keraton Yogyakarta bagian barat, kamu bisa mengunjungi Taman Sari. Tempat ini disebut sebagai reruntuhan taman air dan pemandian para putri kerajaan yang dinamakan Umbul Binangun atau biasa disebut Umbul Pasiraman. Terdapat tiga buah kolam dengan air jernih yang berasal dari mata air berbentuk jamur. Selain tempat pemandian, kamu akan melihat gapura besar dengan ukiran yang indah tepat di sisi barat tempat pemandian. Matamu akan terpana dengan ukiran yang disebut Gapura Agung Taman Sari. Ukiran ini memiliki hiasan berbentuk relief dari bunga dan burung.

Di bagian dalam Taman Sari menyimpan lokasi yang tersembunyi. Tempat itu merupakan tempat ibadah bernama Sumur Gumuling. Kamu harus melewati lorong labirin yang panjang dan berkelok-kelok untuk menuju ke sana. Di ujungnya kamu akan melihat area melingkar, di tengahnya dihubungkan oleh lima anak tangga di sisi yang berbeda. Anak tangga ini melambangkan Rukun Islam. Letaknya yang berada di bawah tanah, tempat ibadah ini di desain dengan terowongan kedap suara. Kamu tidak akan melewatkan untuk mengabadikan foto, karena tempatnya yang instagramable.

Foto : pexels.com

Tempat wisata yang kamu kunjungi selanjutnya adalah Malioboro. Kamu cukup memerlukan waktu 10 menit dari Taman Sari untuk sampai di pusat kehidupan masyarakat Yogyakarta. Letak Malioboro yang strategis, tak heran baik siang maupun malam selalu ramai dikunjungi wisatawan. Ada beberapa toko yang menjual oleh-oleh dengan harga terjangkau. Selain itu Malioboro juga memiliki banyak penjual kuliner khas Yogyakarta. Pengunjung yang cukup padat di depan Pasar Beringhardjo sedang menikmati jajanan pasar dan masakan khas Yogyakarta. Kamu perlu bergegas untuk mencicipi berbagai menu, agar tidak kehabisan.

Di sepanjang trotoar Malioboro, kamu bisa berjalan santai tanpa terganggu penjual kaki lima yang berpindah lokasi di teras Malioboro. Banyak pengamen jalanan yang mewarnai sudut trotoar Malioboro. Setelah puas berkeliling Malioboro, kamu bisa mencoba transportasi tradisional Andong untuk menuju Alun-Alun Kidul yang terletak di sebelah selatan Keraton Yogyakarta.

Sesampai di lokasi, kamu bisa berjalan menuju angkringan yang terletak di samping Alun-alun. Menyantap kopi jos di sore hari terasa sangat nikmat. Kamu bisa menyimak perbincangan orang-orang yang sedang menikmati kopi dengan bahasa Jawa yang khas, penuh candaan dan kekeluargaan.

Foto : pexels.com

Dari kejauhan terdengar suara lantang adzan maghrib berkumandang pertanda hari sudah mulai malam. Keindahan Alun-alun Kidul di malam hari, satu per satu para pedagang bermunculan menggelar tikar untuk tempat duduk pengunjung. Kamu bisa berkeliling Alun-alun menikmati odong-odong yang unik dilengkapi lampu warna-warni dan musik audio menambah keseruan perjalananmu.

Itulah sekelumit perjalanan kamu di Kota madya Yogyakarta. Dengan waktu yang singkat, kamu sudah bisa mengunjungi berbagai destinasi wisata. Rasanya belum puas kalau kamu belum mengunjungi wisata dari daerah kabupaten lain yang ada di Yogyakarta. Kalau kamu senang dengan wisata air, kamu bisa mengunjungi Kabupaten Gunung Kidul seperti, Pantai Indrayanti dengan pasir putihnya yang memesona atau Gondala Pantai Timang dan Cave Tubing Gua Pindul. Jangan lupa buat perencanaan liburanmu untuk kembali ke Yogyakarta!

(Zahira Audia Adjani/Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta)