Konten dari Pengguna

Membuka Bisnis dengan Memanfaatkan Hobi di Kala Pandemi

Audrey Vania Zachrani Kinasih

Audrey Vania Zachrani Kinasih

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Audrey Vania Zachrani Kinasih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pandemi Covid-19 membuat Yusuf Sutendi (50) seorang staf Human Resource Department (HRD) yang bekerja di salah satu hotel berbintang di Yogyakarta memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan mulai membuka bisnis dengan memanfaatkan hobinya. Pria paruh baya yang kerap disapa Yus ini mengatakan bahwa dalam dunia hospitality (perhotelan) di saat pandemi melanda belum jelas titik terangnya dan belum tau kapan kondisi akan pulih kembali.

Adanya pandemi menyebabkan beban pekerjaan dan tanggung jawab pekerjaan yang semakin berat. Tentunya hal itu berbanding terbalik dengan penghasilan yang didapat. Penghasilan atau gaji yang jauh dari cukup akibat kebijakan perusahaan yang menerapkan sistem on off (unpaid leave) yang mau tidak mau harus diterapkan demi mengurangi pengeluaran bulanan perusahaan yang mengakibatkan pengurangan gaji bulanan. Kebijakan ini juga diberlakukan di tempat Yus bekerja, hal inilah yang membuatnya memutuskan untuk resign.

“Memutuskan resign dan menekuni hobi yang menghasilkan kenapa tidak?” ujar Yus saat diwawancarai di kediamannya kemarin (27/10). Yus yang sejak dulu memberikan ide dan kreatifitasnya ke tempat ia bekerja, setahun belakangan ini ia berpikir mengapa idenya tidak ia berikan untuk dirinya sendiri. Apalagi ditambah adanya pandemi membuatnya berpikir bahwa ia harus tetap berkreasi dan berinovasi dengan ide-idenya.

Dengan kemampuan yang didapatnya selama belasan tahun bekerja di dunia perhotelan dan hobinya di bidang kuliner, ia semakin mantap untuk menekuni hobinya dengan membuka bisnis kulinernya sendiri. Apalagi menurutnya bisnis kuliner akan tetap dicari orang karena merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Dengan kreatifitas dan idenya Yus akhirnya membuka usaha bisnis kulinernya sendiri.

Bermodalkan garasi rumah miliknya, Yus menyulap garasi tersebut menjadi kafe mungil dengan sentuhan gaya kesukaannya, yaitu minimalis modern. Nama Mister!yus ia ambil untuk nama kafenya, nama itu diambil karena Yus kerap dipangggil Mister Iyus oleh rekan kerjanya dulu. Dibantu oleh istri dan anaknya, selain menyajikan kopi, kafe milik Yus juga menyajikan beraneka ragam masakan dengan cita rasa khas dari resep yang dibuat sendiri oleh Yus. Walaupun tidak besar namun kafe tersebut berhasil membuat Yus merasa sangat bahagia seperti sekarang.

Foto Yus di coffee bar miliknya.

Ketika ditanya mengenai memilih keluar dari zona aman, Yus mengatakan tidak ada salahnya bekerja terus menerus dalam satu tempat dalam waktu yang lama, karena mungkin itu adalah zona aman mereka. Masing-masing orang berbeda. Keluar dari zona aman tentunya juga harus memiliki skill dan bekal yang sesuai dengan tujuan kita untuk ke depannnya.

Saat diwawancarai Yus juga sempat memberikan pendapatnya mengenai pekerjaan. Menurut Yus, salah satu syarat bekerja dengan baik adalah rasa nyaman. Rasa nyaman tidaklah dapat ditemukan atau dicari, namun diciptakan oleh diri sendiri.