Inovasi Terbaru UMKM Angkringan

Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Pamulang
Tulisan dari Aufa Nur Afidah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Covid-19 tidak menjadi alasan untuk tidak berpenghasilan,” itulah kata-kata yang diungkapkan oleh Dinda Meidiana, seorang remaja yang sedang membangun usaha UMKM sejenis Angkringan.
Pandemi Covid-19 menjadi salah satu sektor yang berdampak pada perekonomian masyarakat. Akibatnya sebagian orang banyak yang kehilangan pekerjaan dan meningkatnya tingkat pengangguran di Indonesia. Namun, bagi orang yang cerdas dan kreatif akan memanfaatkan peluang yang ada untuk membuka usaha dan mendapatkan keuntungan.
Dinda Meidiana dan kedua orang temannya yaitu Rafida dan Fitria bertukar fikiran untuk membuka UMKM makanan sejenis Angkringan. Rafida dan Fitria adalah teman Dinda sendiri yang memang sudah lama dekat dan main bareng. “Sebenarnya sudah agak lama aku punya ide ini, tapi emang baru terealisasikannya di akhir tahun 2021, karena dari masing-masing kita juga rada sibuk dengan kerjaann.” ucap dinda kepada saya (4/11/21).
Usaha UMKM yang mereka buat diberi nama “Area Perut”. Lokasinya di Jl. Pendidikan, RT 02 / RW 03, Kp. Bulak Cinangka, Sawangan, Kota Depok. Untuk posisinya berada di depan café olpops sebelah perumahan Villa Palmas. Area Perut ini baru mulai dibuka pada tanggal 30 Oktober 2021. Untuk waktu operasionalnya sendiri yaitu Jum’at - Rabu dari jam 16.00 – 22.00.
Tidak seperti angkringan biasanya, Dinda dan kedua temannya mengembangkan kembali menu-menunya menjadi lebih variatif. Area Perut ini memang seperti Angkringan, yang pada umumnya menjual sate kulit, sate usus, telur puyuh, nasi bakar, nasi kucing, dan lain lain. Tetapi yang membedakan Area Perut dengan Angkringan pada umumnya yaitu mereka tidak hanya menjual sate-satean atau nasi kucing saja, ada menu lainnya seperti taichan, kentang goreng, roti bakar, pisang bakar, dan di Area Perut juga ada menu baru yaitu mie huhah. Untuk harga disetiap menunya sangat bersahabat yaitu mulai dari 2.500 – 20.000 rupiah.
Alasan utama Dinda dan kedua temannya membuka Area Perut ini karena untuk menambah penghasilan dan membantu teman-teman terdekat mereka yang memang belum bekerja. Karena dari mereka bertiga memang masih menjadi seorang karyawan atau sedang bekerja di tempat lain jadi mereka belum bisa untuk selalu terjun langsung untuk menjalankan usaha ini, jadi dibentuklah tim lagi oleh Dinda yang memang sudah dibagi jadwalnya masing-masing untuk menjaga dan melayani pelanggan di setiap malamnya.
Kondisi saat ini tidak menutup kemungkinan Area Perut menjadi sepi pengunjung, justru karena sudah adanya vaksin yang diberikan oleh pemerintah banyak orang-orang yang sudah berani untuk makan diluar rumah, “sebenernya rada takutnya buka usaha seperti ini dalam kondisi saat ini, tapi alhamdulillah ternyata malah banyak pengunjung disetiap malamnya yang datang kesini, terutama di malam minggu” ucap Dinda kepad saya (4/11/21).
Untuk mempertahankan usahanya ini strategi yang diberikan Dinda dan kedua temannya yaitu memanfaatkan media sosial yang mereka punya untuk digital marketing memperkenalkan Area Perut ini. Karena yang namanya usaha pasti ada pasang surut nya, dan tidak bisa harus selalu ramai apalagi pada kondisi saat ini, ditambah lagi diakhir tahun seperti ini sudah memasuki musim hujan yang memang rada sulit untuk menarik pelanggan agar datang ke Area Perut ini. Selain itu, di Area Perut membuka sistem Delivery Service, jadi jika memang ada yang ingin order namun malas untuk datang langsung atau sedang hujan mereka membuka pesanan via chat melalui dm Instagram yaitu @areaperut. Namun saat ini Delivery Service hanya berlaku untuk pemesanan wilayah cinangka.
Dengan usaha dan kerja keras. Dinda berencana Area Perut ini akan dibuka pada salah satu aplikasi food seperti, gofood, grabfood, ataupun shopee food. Namun karena jumlah SDM yang saat ini belum memenuhi jadi belum memungkinkan dalam waktu dekat, kemungkinan di awal tahun 2022 nanti baru akan terealisasikan.
Sebagai penutup perbincangan saya malam itu, Dinda berpesan untuk pemuda-pemudi saat ini yang belum memiliki pekerjaan dan ingin mendapatkan penghasilan sendiri "kalau kamu punya ide jangan di pendam sendiri, ajak teman-teman lain untuk mengembangkan ide itu, karena sejatinya di dunia itu tidak ada yang tidak bisa, semua bisa kita capai ketika kita berusaha. Mulailah membangun usaha kecil-kecilan agar kita bisa berpenghasilan"
