Konten dari Pengguna

Memaknai Sebuah Kegagalan untuk Meraih Kesuksesan

Aufa Nur Afidah

Aufa Nur Afidah

Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Pamulang

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aufa Nur Afidah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sukses dan gagal adalah dua kata yang saling beriringan, karena di setiap kesuksesan pasti berawal dari sebuah kegagalan. Namun yang perlu digarisbawahi kesuksesan dan kegagalan juga merupakan dua kata yang saling bertolak belakang dan sebagian besar orang lebih suka untuk mengejar kesuksesan daripada menderita kegagalan. Sukses merupakan kata-kata yang selalu diinginkan oleh semua orang.

Bagaimana tidak? Semua orang pasti ingin merasakan kesuksesan dalam hidupnya. Sukses dalam karier, pendidikan, relationship, dan lain-lain. Begitu pun sebaliknya, gagal merupakan kata-kata yang ditakutkan oleh kebanyakan orang. Sebagian orang yang gagal akan merasakan kekecewaan yang mendalam dan putus asa karena apa yang telah diusahakannya tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan.

Di samping itu mereka tidak menyadari bahwa kegagalan adalah suatu proses wajar yang akan dialami oleh seseorang untuk tahu apakah dia sudah mencapai hal terbaik atau belum. Biasanya yang terbaik menurut kita bukanlah terbaik menurut Allah. Oleh karena itu, Allah mendatangkan suatu kegagalan dalam hidup kita karena kegagalan merupakan salah satu bentuk komunikasi dari Allah kepada kita untuk menyatakan bahwa apa yang kita pilih bukanlah yang terbaik untuk kita karena Allah maha mengetahui segala sesuatu yang tidak kita ketahui.

Untuk mencapai sebuah kesuksesan tentunya ada banyak hal yang perlu dilakukan, ada banyak hal yang perlu dikorbankan, dan ada banyak hal yang harus dipelajari. Untuk sukses dalam dunia karier kita perlu belajar dalam membangun sebuah usaha, tentunya itu tidak mudah. Kita harus mengorbankan lebih banyak waktu kita untuk belajar berbisnis. Dalam dunia berbisnis kita pasti tau ada yang namanya jatuh bangun, saat kita jatuh bukan berarti kita gagal sepenuhnya, kita hanya perlu belajar dari kesalahan-kesalahan yang terjadi. Dalam dunia pendidikan, beberapa orang sering mengalami kegagalan. Gagal dalam mencapai sekolah-sekolah atau universitas favorit yang diinginkan. Sudah belajar sepenuhnya namun hasil tidak sesuai dari yang diharapkan. Di samping kegagalan-kegagalan yang terjadi tentunya ada banyak hal yang harus dipelajari kembali, introspeksi diri, dan mencoba kembali. Orang bijak pernah berkata "Kegagalan adalah awal dari sebuah kesuksesan", apa benar seperti itu?

Benar sekali, jika tidak ada kegagalan mungkin tidak ada Lampu, Telepon, atau Pesawat Terbang yang kita gunakan saat ini. Semua hal itu tercipta dari seorang penemu yang terus mencoba meskipun kegagalan terus menghampirinya. Dapat kita lihat sendiri saat ini J.K Rowling penulis buku Harry Potter , Mark Zuckerberg penemu facebook, Oprah Winfrey ratu talkshow kelas dunia, hingga Walt Disney si raja animasi pun pernah dilanda kegagalan. Namun apa yang membuat mereka ada di posisi saat ini? Apa yang membedakan mereka dengan orang gagal lainnya? Ya, mereka memilih bangkit dari kegagalan itu.

Membicarakan soal kegagalan, saya sendiri pernah mengalami yang namanya gagal. Gagal masuk Perguruan Tinggi impian saya. Saat itu, saya baru selesai melakukan Ujian Nasional jenjang Sekolah Menengah Atas. Setelah Ujian Nasional sebagian teman-teman saya sibuk kumpul ke sana-sini untuk melepas kepenatan mereka setelah ujian berakhir. Namun berbeda dengan saya, waktu saya sebagian besar dihabiskan untuk belajar, les di berbagai tempat, latihan soal ujian, demi untuk mempersiapkan tes ke Perguruan Tinggi yang saya impikan. Namun kenyataannya, hasil tidak sesuai dengan yang diharapkan. Rasa kecewa itu pasti ada. Sedih, merasa bersalah sama orang tua, sampai saya sendiri bingung ingin melanjutkan kuliah di mana dan jurusan apa. Akhirnya saya memilih untuk menunda kuliah satu tahun. Dalam waktu satu tahun itu saya berpikir kalau saya tidak bisa terus-terusan menghabiskan waktu saya selama satu tahun ini untuk hal yang tidak penting. Akhirnya saya mulai mencari pekerjaan dan Allah berikan aku pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan saya.

Foto bersama rekan-rekan kerjaku di awal tahun 2020 saat menyelenggarakan salah satu event di Surabaya, ini sebelum pandemi Covid-19 datang ke Indonesia.

Setelah 1 bulan saya bekerja, sesuatu yang tidak disangka-sangka datang dalam hidup saya. Kantor saya bekerja sama dengan salah satu Universitas di Malaysia untuk mengadakan sebuah event dengan tema "Science Project" dan saya diberikan kesempatan untuk berpartisipasi menjadi panitia pelaksana dan berangkat ke Malaysia. Sungguh pada saat itu saya sangat bersyukur karena naik pesawat dan pergi ke luar negeri adalah salah satu impian saya. Sempat berpikir dalam hati apakah bisa orang seperti saya yang lahir dari keluarga sederhana bisa memiliki uang untuk pergi ke luar negeri. Bahkan untuk masuk ke perguruan tinggi impian saja saya gagal, semua rencana saya ke depannya runtuh perlahan. Tetapi di balik semua itu Allah gantikan dengan jalan yang lebih baik, Allah permudah jalan saya untuk menggapai mimpi saya dalam waktu dekat, bahkan dari arah yang tidak saya sangka-sangka.

Salah satu fotoku 2019 lalu saat berkunjung ke Batu Caves, Malaysia

Dari pengalaman pribadi saya, tanpa disadari ternyata dengan mengalami kegagalan kita jadi tahu apa saja yang kurang di usaha-usaha kita. kita akan belajar sesuatu yang baru yang nantinya akan membawa kita pada kesuksesan berikutnya. Kegagalan yang kita alami bisa jadi merupakan petunjuk agar kita tidak memilih jalan yang salah. Mungkin di awal kita merasa tidak nyaman dengan kegagalan tersebut, tetapi di akhir bisa jadi kita malah bersyukur dengan kegagalan yang kita alami. Karena biasanya di dalam kegagalan ada banyak hikmah yang dapat kita ambil.

Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan. Tergantung bagaimana individu tersebut menghadapinya. Ada yang kembali berjuang untuk mendapatkan keinginannya kembali, lalu ada yang berusaha untuk mengubah nasibnya, dan ada juga yang melakukan introspeksi diri secara mendalam alasan dia gagal dan berusaha memperbaiki kegagalan tersebut untuk ke depannya mencoba lagi. Tetap semangat dan berusaha. Semua itu tergantung dari bagaimana diri kita menyikapinya. Salah satu hal penting yang harus di ingat dari sebuah kegagalan yaitu tanpa kegagalan kita tidak akan pernah merasakan proses-proses hebat dari kesuksesan yang akan kita raih. Jadi, jika ada yang merasa gagal dalam suatu hal jangan langsung down dan putus asa. Bisa jadi kegagalan itu adalah kunci utama dari sebuah kesuksesan yang akan diraih di masa yang akan datang.

Ini semua tentang kemauan. Meski ada seribu kegagalan, pastikan kita punya seribu satu kemauan untuk bangkit kembali dan mengejar apa yang kita inginkan dengan usaha yang lebih baik lagi. Karena sebenarnya kegagalan sejati adalah mereka yang menyerah dan putus asa.

Oleh : Aufa Nur Afidah, Mahasiswi Sastra Indonesia, Universitas Pamulang