Konten dari Pengguna

Limbah Budidaya Lele Disulap Jadi Sumber Nutrisi melalui Sistem IMTA

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aulia Ananda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Pemaparan Proker EDUKASI PENERAPAN INTEGRATED MULTI-TROPHIC AQUACULTURE (IMTA) PADA BUDIDAYA IKAN LELE Di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Pemaparan Proker EDUKASI PENERAPAN INTEGRATED MULTI-TROPHIC AQUACULTURE (IMTA) PADA BUDIDAYA IKAN LELE Di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal

Desa Tambaksari memiliki potensi di sektor perikanan budidaya, khususnya budidaya ikan air tawar seperti lele yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat. Namun, limbah berupa sisa pakan dan kotoran ikan dapat menumpuk apabila tidak dikelola dengan baik sehingga berpotensi menurunkan kualitas air.

Sebagai salah satu alternatif budidaya yang lebih ramah lingkungan, para pembudidaya diperkenalkan dengan konsep IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture), yaitu sistem budidaya yang memanfaatkan limbah dari organisme utama sebagai sumber nutrien bagi organisme lain. Melalui konsep ini, sisa pakan dan kotoran ikan tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali sehingga berpotensi membantu menjaga kualitas air dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrien, jelas Aulia Ananda.

Penyerahan Poster Edukasi Kepada Salah Satu Pembudidaya

Di akhir kegiatan, Aulia menyerahkan luaran poster edukasi kepada masyarakat sebagai bahan informasi yang dapat dipelajari kembali. Masyarakat menunjukkan antusiasme selama acara berlangsung dengan aktif berdiskusi bersama para mahasiswa.

Kesan: "Masyarakat Desa Tambaksari sangat ramah, antusias, dan aktif berdiskusi sehingga kegiatan edukasi berlangsung dengan lancar".

Laporan Oleh: Aulia Ananda Putri