5 Negara Arab Kecam Pejabat dan Warga Israel yang Masuk Al-Aqsa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Negara Westren Sahara atau Arab Sahrawi. Foto: Daboost/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Negara Westren Sahara atau Arab Sahrawi. Foto: Daboost/Shutterstock

Lima negara Arab mengecam aksi Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan kelompok warga Yahudi yang memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Kamis (17/9) dan Minggu (20/9).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama istrinya, Sara Netanyahu, juga memasuki terowongan bawah tanah kompleks Al-Aqsa dan melakukan doa jelang Yom Kippur pada Sabtu (19/9) malam.

Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Mesir menilai aksi tersebut melanggar status quo historis dan hukum yang berlaku di kompleks Al-Aqsa.

Menurut laporan Anadolu Agency, kelima negara juga menyoroti pengawalan dan fasilitasi polisi Israel terhadap aksi tersebut.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan istrinya membaca kitab taurat Yahudi di Tembok Barat, Kota Tua Yerusalem, Sabtu (19/9/2026). Foto: Instagram/@b.netanyahu

Kementerian Luar Negeri Yordania menyebut tindakan tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap status quo historis dan hukum yang berlaku di Al-Aqsa serta penodaan terhadap kesuciannya.” Amman juga menolak upaya menciptakan realitas baru atau membagi kompleks tersebut secara waktu maupun ruang.

Sementara Kuwait menyebut aksi itu sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional serta tindakan provokatif.” Kuwait juga menyerukan masyarakat internasional mengambil langkah untuk menghentikan pelanggaran terhadap tempat-tempat suci di Yerusalem.

Qatar menilai masuknya Ben-Gvir dan kelompok warga Yahudi sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional serta provokasi yang tidak dapat diterima” terhadap umat Muslim di seluruh dunia. Doha memperingatkan tindakan semacam itu dapat memicu kekerasan dan eskalasi di kawasan.

Lewat pernyataan di akun X resminya, Arab Saudi juga mengecam aksi tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan dan provokasi terhadap umat Muslim di seluruh dunia.” Riyadh menegaskan kembali penolakannya terhadap tindakan provokatif dan ilegal pejabat Israel terhadap warga Palestina serta tempat-tempat suci di Palestina.

X post embed

Adapun Mesir pada Senin (21/9) memperingatkan tindakan tersebut dapat memicu ketegangan dan eskalasi lebih lanjut.

“Kementerian menegaskan pentingnya menghormati status quo historis dan hukum di Masjid Al-Aqsa serta hak perwalian Hashemite atas situs-situs suci Muslim dan Kristen di Yerusalem,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir, dikutip Anadolu.

Hamas Kecam Kunjungan Netanyahu

Terpisah dari kecaman lima negara Arab tersebut, Hamas mengecam kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke terowongan dan situs penggalian di bawah kawasan Al-Aqsa dan Tembok Barat atau dikenal sebagai Tembok Al-Buraq bagi umat Muslim.

Hamas menyebut kunjungan itu sebagai “serangan terhadap identitas Al-Aqsa” dan menegaskan seluruh kompleks, termasuk halaman, ruang salat, dinding, serta gerbangnya, merupakan bagian dari masjid yang diperuntukkan bagi umat Islam.