Bertemu Wang Yi, Menlu Filipina Protes Keras Bentrokan di Laut China Selatan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu Filipina Theresa Lazaro berbincang dengan Menlu China Wang Yi dalam pertemuan bilateral di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Pasay, Metro Manila, Filipina, Rabu (22/7/2026). Foto: Ted Aljibe/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Filipina Theresa Lazaro berbincang dengan Menlu China Wang Yi dalam pertemuan bilateral di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Pasay, Metro Manila, Filipina, Rabu (22/7/2026). Foto: Ted Aljibe/REUTERS

Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina Maria Theresa Lazaro mengatakan telah menyampaikan protes keras kepada Menlu China Wang Yi terkait insiden bentrokan terbaru di Laut China Selatan yang melibatkan personel kedua negara.

Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela rangkaian pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Manila, Rabu (22/7).

Melalui akun X, Lazaro mengatakan insiden yang terjadi awal pekan ini merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

"Saya menyampaikan protes keras atas insiden yang tidak dapat diterima di Laut China Selatan," tulis Lazaro.

Menlu Filipina Theresa Lazaro melihat Menlu China Wang Yi saat pernyataan pembuka ASEAN Post-Ministerial Conference bersama China di PICC, Pasay City, Metro Manila, Filipina, Rabu (22/7/2026). Foto: Rolex Dela Pena/REUTERS

Meski demikian, kedua menteri juga membahas pentingnya menjaga komunikasi agar ketegangan tidak semakin meningkat.

"Kami membahas pentingnya menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, mengelola ketegangan, dan mencari langkah-langkah praktis ke depan," ujar Lazaro.

X post embed

Pertemuan itu berlangsung dua hari setelah Filipina menuduh personel Penjaga Pantai China memukul seorang pelaut Angkatan Laut Filipina dengan tongkat di Beting Second Thomas, salah satu wilayah sengketa di Laut China Selatan.

China membantah tuduhan tersebut dan menilai Filipina sebagai pihak yang memprovokasi insiden.