China Panggil Dubes Filipina usai Bentrok di Laut China Selatan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bendera Filipina berkibar dari BRP Sierra Madre, di Laut China Selatan, 29 Maret 2014. Foto: Erik De Castro/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Bendera Filipina berkibar dari BRP Sierra Madre, di Laut China Selatan, 29 Maret 2014. Foto: Erik De Castro/REUTERS

Pemerintah China memanggil Duta Besar Filipina di Beijing pada Selasa (21/7) untuk menyampaikan protes resmi menyusul bentrokan antara aparat kedua negara di Beting Second Thomas, Laut China Selatan, Senin (20/7) kemarin.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan telah menyampaikan "protes serius" kepada Filipina atas insiden yang terjadi sehari sebelumnya, seperti diberitakan AFP.

Sebelumnya, China dan Filipina saling melontarkan tuduhan terkait bentrokan di perairan sengketa tersebut.

Manila menyebut seorang personel Angkatan Laut Filipina dipukul di kepala oleh anggota Penjaga Pantai China, sementara Beijing menuduh Filipina memprovokasi insiden.

Secara terpisah, Penjaga Pantai China pada Selasa mengklaim telah mengizinkan pihak Filipina mengevakuasi pelaut yang terluka menggunakan perahu kecil dari kapal perang BRP Sierra Madre.

Menurut Beijing, izin tersebut diberikan "atas dasar pertimbangan kemanusiaan".

Hingga berita ini ditulis, Kedutaan Besar Filipina di China belum memberikan tanggapan atas langkah diplomatik yang diambil Beijing.