Iran: Konflik Lebanon Jadi Agenda Utama dalam Perundingan dengan AS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei memberikan keterangan pers di Kementerian Luar Negeri di ibu kota Teheran, pada 10 Februari 2026. Foto: ATTA KENARE / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei memberikan keterangan pers di Kementerian Luar Negeri di ibu kota Teheran, pada 10 Februari 2026. Foto: ATTA KENARE / AFP

Delegasi Iran menyebut konflik di Lebanon akan menjadi agenda utama dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS) yang digelar di Swiss pada Minggu (21/6).

Selain itu, Teheran juga akan membahas pencairan aset Iran yang dibekukan serta penjualan minyak negara tersebut.

"Rezim Zionis (Israel) terus melanggar komitmennya di Lebanon. Isu ini akan menjadi topik utama pembahasan dalam perundingan hari ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, seperti dikutip kantor berita IRNA.

Dilansir AlJazeera, Baghaei mengatakan Iran juga akan mengangkat persoalan aset-aset yang masih dibekukan maupun dibatasi aksesnya.

Menurutnya, pembahasan terkait penerbitan izin yang diperlukan untuk penjualan minyak Iran juga masuk dalam agenda negosiasi.

Datang dengan Kekuatan dan Kehati-hatian

Di saat yang sama, perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei untuk Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Hojjatoleslam Abdollah Haji Sadeghi, menegaskan negaranya tidak memasuki perundingan dari posisi terdesak.

Ketua Parlemen sekaligus kepala delegasi Iran Mohammad Bagher Ghalibaf tiba di Swiss untuk negosiasi damai bersama AS, Minggu (21/6/2026). Foto: X/@mb_ghalibaf

"Kami akan memasuki negosiasi dengan kekuatan dan kehati-hatian, tetapi kami tidak pasif," kata Sadeghi dalam pernyataan yang diunggah melalui Telegram dan dikutip ALJazeera.

Menurut dia, negosiasi bukanlah pilihan utama Iran dalam menghadapi AS

Ia menyebut Iran tidak khawatir apabila perundingan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan.

"Kami tidak memasuki negosiasi karena putus asa atau tidak berdaya," ujarnya.

Sebelumnya, delegasi Iran telah tiba pada Sabtu (20/6) malam dengan pesawat bertuliskan "Minab168". Delegasi dipimpin Ketua Parlemen Iran Mohammad Ghaber Ghalibaf, dilengkapi kehadiran Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Sementara perwakilan AS dipimpin JD Vance yang tiba di Swiss dan diantar iring-iringan motor hingga mobil menuju resor pegunungan di Burgenstock, lokasi perundingan dilangsungkan.