Jelang Peringatan 7 Oktober, Militer Israel Siaga Tinggi dan Ancam Gaza

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pelayat berkumpul untuk prosesi pemakaman massal sebanyak 105 jenazah yang tewas akibat terkena reruntuhan blok perumahan al-Taj yang hancur akibat serangan Israel di al-Yarmouk, Gaza, pada 1 Oktober 2026. Foto: Omar AL-QATTAA / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Para pelayat berkumpul untuk prosesi pemakaman massal sebanyak 105 jenazah yang tewas akibat terkena reruntuhan blok perumahan al-Taj yang hancur akibat serangan Israel di al-Yarmouk, Gaza, pada 1 Oktober 2026. Foto: Omar AL-QATTAA / AFP

Militer Israel meningkatkan kesiagaan menjelang peringatan tiga tahun serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengatakan langkah itu diambil setelah adanya informasi intelijen soal kemungkinan Hamas melancarkan serangan terhadap pasukan Israel di Gaza pada hari tersebut.

Katz memperingatkan Hamas dan warga Gaza akan menghadapi konsekuensi berat jika pasukan Israel menjadi sasaran.

“Jika, amit-amit, pasukan kami terluka, pihak yang akan membayar harga mahal adalah Hamas dan penduduk Gaza, di luar proporsi,” demikian pernyataan kantor Katz, dikutip AFP, Selasa (6/10).

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Foto: Sebastian Scheiner / POOL / AFP

Bagi Israel, serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menjadi hari paling mematikan dalam sejarah Israel.

Sebanyak 1.221 orang tewas dalam serangan tersebut dan 251 orang dibawa sebagai sandera ke Gaza. Sebanyak 44 dari sandera itu telah dinyatakan meninggal.

Israel kemudian melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza. Serangan tersebut menyebabkan sebagian besar wilayah Gaza hancur dan menewaskan lebih dari 74.200 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang berada di bawah otoritas Hamas. Data tersebut dinilai dapat diandalkan oleh PBB.

Seorang anak laki-laki menyapu puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Palestina Maghazi, Jalur Gaza tengah, Jumat (12/6/2026). Foto: Eyad BABA / AFP

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025, lebih dari 1.440 orang di Gaza juga dilaporkan tewas akibat serangan pasukan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam upacara kenegaraan untuk memperingati tiga tahun serangan 7 Oktober menegaskan bahwa tidak akan ada pemerintahan Hamas di Gaza. Ia juga berjanji Israel akan terus menargetkan pihak yang terlibat dalam serangan maupun yang menyandera warga Israel.