Modi Ungkap 4 Pilar BRICS, Fokus Keketuaan India

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri hari pertama KTT BRICS di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Press Information Bureau/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri hari pertama KTT BRICS di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Press Information Bureau/Handout via REUTERS

Perdana Menteri India Narendra Modi menekankan empat pilar utama BRICS, yakni ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.

Hal itu disampaikan Modi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9), yang menjadi hari terakhir pertemuan yang berlangsung sejak Sabtu (12/9).

BRICS merupakan forum kerja sama negara-negara berkembang yang awalnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kelompok ini kemudian memperluas keanggotaannya, termasuk dengan masuknya Iran dan Indonesia sebagai anggota penuh.

KTT kali ini dihadiri sejumlah pemimpin negara anggota, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

“Di bawah keketuaan India, kami memfokuskan seluruh upaya pada empat pilar: ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan,” ujar Modi, dalam video yang dibagikan Viory.

Perdana Menteri India Narendra Modi berpidato pada hari kedua KTT BRICS, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Tiongkok Xi Jinping, dan para pemimpin lainnya mendengarkan, di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Foto: Ministry of External Affairs/Handout via REUTERS

Dalam bidang ketangguhan, Modi mendorong penguatan sistem peringatan dini serta rantai pasok logistik. Sementara di bidang inovasi, India mengusulkan jaringan inkubator startup, dana inovasi, serta kerja sama teknologi dan mineral kritis.

Modi juga menyoroti pentingnya digitalisasi di sektor pertanian serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Para pengusaha, petani, peneliti, perempuan, generasi muda, dan masyarakat biasa kita juga harus menjadi peserta aktif,” katanya.

Presiden RI Prabowo Subianto mengikuti penanaman pohon bersama para pemimpin negara anggota BRICS di area Nataraj Statue, Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Menurut Modi, berbagai solusi yang dihasilkan BRICS tidak boleh hanya dinikmati negara-negara anggotanya. Kerja sama tersebut juga harus memberikan manfaat bagi negara-negara berkembang lainnya.

“Manfaat dari solusi yang dikembangkan di dalam BRICS tidak boleh hanya terbatas pada BRICS. Solusi tersebut harus disesuaikan dan dibuat dapat diakses untuk memenuhi kebutuhan Global South,” ujar Modi.

Untuk pilar keberlanjutan, Modi mendorong kerja sama di bidang energi bersih, pertanian ramah lingkungan, serta adaptasi terhadap perubahan iklim.

Menurutnya, keberagaman negara anggota justru menjadi kekuatan BRICS dalam menghadapi berbagai tantangan global.