Polisi Geledah Kantor Starbucks Korea usai Promo yang Singgung Tragedi Gwangju

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Starbucks. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Logo Starbucks. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS

Polisi Korea Selatan menggeledah kantor pusat Starbucks Korea pada Rabu (5/8) sebagai bagian dari penyelidikan atas kontroversi promosi "Tank Day" yang dianggap menghina korban gerakan pro-demokrasi Gwangju 1980.

Kontroversi bermula ketika Starbucks Korea meluncurkan promosi "Tank Day" pada 18 Mei, bertepatan dengan peringatan pemberontakan Gwangju, saat sedikitnya 165 warga sipil tewas setelah rezim militer mengerahkan tank ke jalanan untuk membubarkan demonstrasi.

Keluarga korban dan kelompok masyarakat sipil kemudian melaporkan pimpinan Shinsegae Group, operator Starbucks Korea, atas dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap korban maupun keluarganya.

"Polisi Seoul menggeledah kantor pusat Starbucks Korea pagi ini sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung," kata juru bicara Shinsegae Group kepada AFP.

Ilustrasi Starbucks. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Laporan tersebut turut menyasar Chairman Shinsegae Group Chung Yong-jin dan mantan CEO Starbucks Korea Son Jung-hyun, yang sebelumnya mengundurkan diri akibat skandal tersebut.

Kasus ini memicu permintaan maaf publik dari Starbucks Korea dan penutupan lebih dari 2.000 gerai selama satu hari pada Juni lalu untuk memberikan edukasi kepada seluruh karyawan.

Meski Shinsegae menyatakan investigasi internal mereka tidak menemukan unsur kesengajaan, polisi kini mencari bukti tambahan yang tidak tercakup dalam penyelidikan perusahaan, sebagaimana dilaporkan Yonhap.

Skandal "Tank Day" juga berdampak pada bisnis Starbucks Korea, dengan volume transaksi kartu kredit dan debit turun sekitar 17 persen dari Mei ke Juni, menurut data IGAWorks.