Rusia Luncurkan Serangan Balistik Terbesar ke Kiev Sejak Perang Dimulai

Rusia melancarkan serangan balistik terbesar ke ibu kota Ukraina, Kiev, sejak invasi skala penuh dimulai pada 2022, pada Sabtu (18/7).
Menurut laporan AFP, serangan itu terjadi sehari setelah Ukraina menyerang gudang perusahaan e-commerce di Rusia yang menewaskan delapan orang.
Menurut Presiden Volodymyr Zelensky, lebih dari 40 rudal berbagai jenis dan 120 drone diluncurkan, menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 16 lainnya.
Plt. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan Rusia menembakkan sekitar empat lusin rudal balistik dalam serangan tersebut.
"Rusia meluncurkan jumlah rudal balistik terbesar sejak perang dimulai—sekitar empat lusin—dalam serangan teroris brutal terhadap ibu kota Ukraina," tulis Sybiha di X, Minggu (19/7).
Sehari sebelumnya, Ukraina mengklaim menyerang dua pusat logistik perusahaan e-commerce di wilayah Moskow dan Tambov.
Zelensky mengatakan fasilitas itu digunakan untuk memasok komponen produksi drone dan peralatan navigasi militer Rusia.
Di sisi lain, Moskow menyebut serangan Ukraina tersebut menewaskan delapan orang dan memicu kebakaran besar di gudang-gudang logistik.
Zelensky mengatakan sepanjang pekan ini Rusia telah meluncurkan sekitar 1.450 drone serang, lebih dari 1.640 bom udara berpemandu, dan 99 rudal ke berbagai wilayah Ukraina.
Ia kembali mendesak sekutu Barat mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara antirudal balistik dan meningkatkan tekanan terhadap Moskow.
"Perlindungan terhadap rudal balistik adalah prioritas utama kami saat ini. Sistem pencegat dibutuhkan setiap hari karena bantuan ini benar-benar menyelamatkan nyawa dalam setiap serangan besar Rusia," kata Zelensky.
