Sugiono Resmi Jadi Menko PMK, Siap Lanjutkan Program Pratikno

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono resmi menjalankan tugas barunya setelah serah terima jabatan (sertijab) dengan Pratikno di Ruang Heritage, Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (5/10).
Dalam sambutannya, Pratikno menyambut Sugiono dan menjelaskan luasnya cakupan tugas Kemenko PMK.
Saat ini, Kemenko PMK mengoordinasikan 9 kementerian dan 8 lembaga, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang menangani sejumlah bidang mulai dari keluarga, anak dan perempuan, kesehatan, pendidikan, karakter dan keagamaan, hingga kebencanaan.
Pratikno mengatakan Kemenko PMK memiliki mandat yang sangat luas karena berkaitan langsung dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Jadi kita juga mengurusi jangan sampai ada anak Indonesia, orang Indonesia yang tertinggal. No one left behind,” ujar Pratikno.
Sugiono kemudian mengatakan dirinya akan melanjutkan pekerjaan yang telah dibangun Pratikno. Ia menilai tanggung jawab Kemenko PMK mencakup hampir seluruh perjalanan hidup masyarakat Indonesia.
“Tanggung jawab yang diemban oleh kementerian ini merupakan tanggung jawab yang meng-cover kehidupan manusia Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal,” kata Sugiono.
Menurut Sugiono, dirinya tidak datang untuk memulai pekerjaan dari nol. Ia akan mempertahankan sistem yang sudah berjalan, sekaligus memperbaiki dan mempercepat hal-hal yang masih perlu disempurnakan.
“Yang belum baik kita perbaiki, yang masih perlu penyempurnaan kita sempurnakan dan yang perlu dipercepat kita percepat,” ujarnya.
Kawal 4 Fokus Presiden
Sugiono mengatakan ada empat fokus utama yang akan dikawal untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto, yakni pendidikan, kesehatan, ketahanan bencana, dan penurunan kemiskinan.
Di bidang pendidikan, ia menyoroti program renovasi 300 ribu sekolah dan madrasah hingga 2029, pembangunan sekolah rakyat dan sekolah nasional terintegrasi, transformasi Sekolah Garuda, peningkatan kesejahteraan guru, hingga digitalisasi pendidikan.
Di sektor kesehatan, pemerintah menargetkan renovasi 10 ribu puskesmas, revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah, pemeriksaan kesehatan gratis, penuntasan tuberkulosis (TBC), serta penambahan tenaga kesehatan dan dokter spesialis.
Sugiono juga menekankan pentingnya ketahanan bencana mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire. Pemerintah akan memperkuat kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, kapasitas penanganan bencana, hingga percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Usai sertijab, Sugiono sempat ditanya mengenai penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di NTT, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh di tengah keterbatasan anggaran.
“Itulah. Makanya sekarang habis ini kita rapim (rapat pimpinan) dulu ya,” jawabnya singkat.
