Taiwan Mulai Latihan Militer Terbesar, Antisipasi Invasi China

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bendera nasional Taiwan terlihat menjelang latihan militer tahunan Han Kuang di Taipei, Taiwan, Selasa (4/8/2026). Foto:  I-Hwa Cheng / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Bendera nasional Taiwan terlihat menjelang latihan militer tahunan Han Kuang di Taipei, Taiwan, Selasa (4/8/2026). Foto: I-Hwa Cheng / AFP

Taiwan memulai latihan militer tahunan terbesar bertajuk Han Kuang pada Rabu (5/8) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi invasi China.

Menurut laporan AFP, latihan yang berlangsung hingga 14 Agustus 2026 itu mencakup simulasi berbagai skenario pertempuran bagi prajurit aktif dan pasukan cadangan untuk merespons serangan terhadap pulau berpenduduk 23 juta jiwa tersebut.

Peta China dan Taiwan. Foto: Shutterstock

Selain personel militer, warga sipil juga dilibatkan dalam latihan ketahanan, termasuk simulasi serangan udara dan perlambatan sementara kecepatan internet seluler selama 30 menit di sejumlah wilayah.

Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan negaranya akan terus memperkuat pertahanan di tengah meningkatnya tekanan militer dari Beijing.

"Ketika otoritarianisme Partai Komunis China terus meluas, teror merah juga menyebar ke seluruh penjuru dunia," ujar Lai dalam forum keamanan menjelang dimulainya latihan, dikutip AFP.

Sejumlah prajurit TNI Tank M1A2T Abrams buatan AS beraksi saat latihan militer langsung di Hsinchu, Taiwan, Kamis (10/7/2025). Foto: Ann Wang/Reuters

"Kami akan terus meningkatkan pertahanan nasional dan membangun ketahanan seluruh masyarakat," tambahnya.

China mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai pulau tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing meningkatkan tekanan dengan mengirim pesawat tempur dan kapal perang hampir setiap hari di sekitar Taiwan serta menggelar latihan militer berskala besar.

Taiwan juga terus meningkatkan anggaran pertahanan dan memperkuat kemampuan perang asimetris, termasuk penggunaan drone, meski pemerintah masih berselisih dengan oposisi mengenai besaran belanja militer.