Trump: AS Gempur Iran untuk Hormati Tentara yang Tewas

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan gelombang serangan terbaru terhadap Iran dilakukan untuk menghormati tiga personel militer AS yang tewas dalam konflik dengan Teheran.
Pernyataan itu disampaikan ketika militer AS mengumumkan telah merampungkan serangan terhadap Iran selama sembilan malam berturut-turut.
"Kami menghantam mereka dengan sangat keras lagi malam ini, dan kami melakukan itu untuk menghormati, mungkin tiga patriot hebat," kata Trump kepada wartawan saat kembali ke Washington usai menghadiri final Piala Dunia 2026, Minggu (19/7) waktu setempat atau Senin (20/7) WIB.
Dilansir AFP, Trump menambahkan para prajurit tersebut gugur saat bertugas untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
"Mereka berjuang agar Iran tidak memiliki senjata nuklir," ujar Trump.
Tiga tentara AS yang tewas terdiri dari dua personel yang berada di fasilitas militer AS di Yordania dan satu personel yang bertugas di Irak.
Secara terpisah, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi terbaru berhasil dilaksanakan pada Minggu malam waktu setempat.
"CENTCOM berhasil menyelesaikan serangan terhadap Iran untuk malam kesembilan berturut-turut pada 19 Juli pukul 22.00 ET," tulis CENTCOM melalui akun resminya di X.
Menurut CENTCOM, serangan menyasar pusat komando militer Iran, sistem pertahanan udara, fasilitas pengawasan pesisir, kemampuan maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta jaringan komunikasi.
Militer AS menyebut operasi itu bertujuan semakin melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal dagang dan pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz.
"Aset CENTCOM menargetkan pusat komando militer Iran, lokasi pertahanan udara dan pengawasan pesisir, kemampuan maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta jaringan komunikasi untuk semakin mengurangi kemampuan Iran menyerang kapal dagang dan pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz," tulis CENTCOM.
