Trump Disebut Tawarkan Jual Senjata ke Xi Jinping, China Respons

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump memegang map saat berdiri di samping Presiden Tiongkok Xi Jinping sebelum Xi menyampaikan pidato selama jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih di Washington, DC, AS, 24 September 2026. Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump memegang map saat berdiri di samping Presiden Tiongkok Xi Jinping sebelum Xi menyampaikan pidato selama jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih di Washington, DC, AS, 24 September 2026. Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut sempat menawarkan penjualan senjata kepada Presiden China Xi Jinping di tengah pembahasan soal penjualan senjata AS ke Taiwan.

Duta Besar AS untuk China David Perdue mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan Minggu (27/9).

Perdue mengatakan isu tersebut kembali dibahas saat kunjungan Xi ke AS pekan lalu, meski ia tidak menjelaskan kapan tepatnya Trump menyampaikan tawaran tersebut.

“Presiden Trump terus mengatakan, ‘Hai, kami menjual senjata kepada orang lain di seluruh dunia.’ Dia bahkan sempat bertanya kepada Presiden Xi, apakah dia ingin membeli beberapa,” kata Perdue, seperti dikutip AFP pada Senin (28/9).

Perdue juga mengatakan Trump dan Xi masih terus membicarakan kemungkinan penjualan senjata dalam setiap pertemuan mereka.

Senapan Colt M4 Carbine dan senapan semi-otomatis model AR-15 ditampilkan selama Pertemuan Tahunan National Rifle Association (NRA) di George R. Brown Convention Center, di Houston, Texas, Amerika Serikat pada Sabtu (28/5/2022). Foto: Patrick T. Fallon/AFP

Namun, pemerintah AS kemudian menegaskan tidak ada rencana untuk menjual senjata kepada China.

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan kepada The New York Times dan The Wall Street Journal hukum AS melarang penjualan senjata kepada China dan “tidak ada tawaran maupun rencana untuk menjual senjata kepada China.”

Penjualan senjata AS ke Taiwan selama ini menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan Washington dan Beijing.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara AS berdasarkan hukum diwajibkan menyediakan senjata untuk membantu Taiwan mempertahankan diri.

Respons China

Kementerian Luar Negeri China tidak secara langsung menjawab ketika ditanya mengenai pernyataan Perdue pada Senin (28/9).

Beijing justru menegaskan bahwa mereka akan terus memperkuat kemampuan pertahanannya sesuai kebutuhan sendiri.

“China selalu memperkuat kemampuan pertahanannya berdasarkan kebutuhannya sendiri dan tetap berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia,” kata Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.

Sebelumnya, China berulang kali menentang penjualan senjata AS ke Taiwan.

Presiden Tiongkok Xi Jinping memberikan pidato penghormatan saat jamuan makan malam kenegaraan yang diadakan oleh Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih di Washington, DC, AS, 24 September 2026. Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein

Dalam pertemuan dengan Trump pekan lalu, Xi juga mendesak Washington untuk menentang kemerdekaan Taiwan.

Pada Desember 2026, Washington telah menyetujui penjualan senjata senilai USD 11,1 miliar atau sekitar Rp 199,7 triliun kepada Taiwan.

Sementara itu, paket senjata Taiwan senilai sekitar USD 14 miliar atau sekitar Rp 251,9 triliun yang sempat ditunda Trump pada Mei disebutnya sebagai “alat tawar yang sangat baik” dalam hubungan dengan China.