Trump: Perang Iran Diprediksi Berakhir Usai Pemilu Paruh Waktu AS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik untuk Pemilu Paruh Waktu di Dallas, Texas, AS, Rabu (9/9/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik untuk Pemilu Paruh Waktu di Dallas, Texas, AS, Rabu (9/9/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan perang dengan Iran diperkirakan berakhir setelah pemilu paruh waktu AS pada November 2026.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam pidatonya di konvensi Partai Republik untuk pemilu paruh waktu, Rabu (9/9).

“Saya pikir perang akan berakhir segera setelah pemilu karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama. Mereka putus asa untuk mencoba memengaruhi pemilu,” kata Trump.

Trump sebelumnya telah beberapa kali menetapkan tenggat waktu berakhirnya perang, tetapi konflik yang telah berlangsung selama enam bulan itu kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam pidatonya, Trump juga kembali mengancam Iran terkait Pickaxe Mountain, lokasi yang memiliki dua kompleks terowongan bawah tanah dan berada di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz yang sebelumnya rusak.

“Kami melihat ada sedikit aktivitas di Pickaxe. Saya menyarankan Iran untuk tidak macam-macam karena kami harus menyerang mereka dengan sangat keras,” ujar Trump.

Presiden AS Donald Trump menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik untuk Pemilu Paruh Waktu di Dallas, Texas, AS, Rabu (9/9/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Trump diketahui telah mengancam akan menyerang Pickaxe Mountain sejak setidaknya pertengahan Juli. AS dan Israel sebelumnya melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Februari, salah satunya dipicu kekhawatiran terhadap program nuklir Teheran.

Iran sendiri menegaskan bahwa aktivitas nuklirnya bertujuan damai.

Ketegangan terbaru juga berdampak pada jalur pelayaran dan pasokan energi global. Iran mengatakan telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz pada Rabu, setelah AS disebut menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran.

Data pelacakan kapal menunjukkan hanya tujuh kapal yang melintasi selat tersebut pada hari yang sama, sekitar setengah dari rata-rata 10 hari sebelumnya.