Konten dari Pengguna

Horor yang Tersembunyi di Balik Rutinitas Kantor dalam Cerita "Orientation"

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aulia Hasanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Dibuat dengan Gemini AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Dibuat dengan Gemini AI

Apa yang terlintas ketika membayangkan hari pertama bekerja di sebuah kantor? Mungkin kita membayangkan rekan kerja yang ramah, aturan perusahaan, meja kerja, komputer, dan berbagai rutinitas yang terlihat biasa. Namun, dalam cerpen Orientation karya Daniel Orozco, suasana kantor justru menjadi sesuatu yang berbeda. Di balik penjelasan mengenai pekerjaan dan kehidupan para karyawan, terdapat cerita tentang kesepian, obsesi, kekerasan, kehilangan, bahkan kematian.

Orientation menggunakan situasi yang sederhana, yaitu seorang karyawan baru yang sedang diperkenalkan dengan lingkungan kantor. Namun, informasi yang diberikan kepadanya semakin lama semakin aneh dan mengganggu. Narator menjelaskan berbagai kebiasaan dan kehidupan pribadi para karyawan dengan nada yang tenang, seolah-olah semua hal tersebut merupakan bagian normal dari kehidupan kantor. Cara bercerita inilah yang membuat cerpen tersebut terasa unik.

Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana Orozco memperlihatkan bahwa kehidupan pribadi karyawan tidak selalu sejalan dengan penampilan mereka di tempat kerja. Amanda Pierce, misalnya, terjebak dalam pernikahan yang penuh kekerasan. Kantor dapat menjadi tempat baginya untuk menjauh sejenak dari masalah kehidupan pribadi. Sementara itu, Russell Nash memiliki ketertarikan terhadap rekan kerjanya dan berharap mendapatkan perhatian darinya. Kedua karakter tersebut menunjukkan bahwa di balik aktivitas kantor yang terlihat profesional, setiap orang dapat membawa masalah dan perasaan pribadi masing-masing.

Kisah Barry Hacker juga menambah suasana misterius dalam cerpen. Setelah kehilangan istri dan anaknya, ia masih dihantui oleh kenangan dan bayangan mereka di lingkungan kantor. Kehadiran unsur tersebut membuat kantor yang awalnya terlihat biasa menjadi tempat yang terasa asing dan menyeramkan. Mesin fotokopi, komputer, dan ruang kerja tidak lagi hanya menjadi benda-benda kantor, tetapi menjadi bagian dari kehidupan Barry yang dipenuhi kehilangan.

Horor dalam Orientation mencapai titik yang lebih mengejutkan melalui karakter Kevin Howard. Di depan rekan-rekannya, Kevin digambarkan sebagai karyawan yang tenang dan sopan. Namun, pembaca kemudian mengetahui sisi lain dari kehidupannya sebagai seorang pembunuh. Kontras antara kehidupan profesionalnya dan tindakan kriminal yang dilakukannya menciptakan rasa tidak nyaman. Karakter ini menunjukkan bagaimana seseorang dapat terlihat sangat biasa di hadapan orang lain, sementara kehidupannya menyimpan rahasia yang tidak diketahui oleh lingkungan sekitarnya.

Hal lain yang membuat cerpen ini menarik adalah gaya narasinya. Orozco tidak menggunakan gaya horor yang penuh dengan adegan dramatis. Sebaliknya, berbagai kejadian aneh dan mengerikan disampaikan dengan nada yang datar dan hampir seperti seseorang sedang memberikan orientasi kepada karyawan baru. Justru karena disampaikan dengan cara yang tenang, informasi tersebut terasa semakin mengganggu.

Gaya tersebut juga membuat pembaca seolah-olah berada dalam posisi karyawan baru. Pembaca menerima berbagai informasi tentang kehidupan para karyawan tanpa banyak kesempatan untuk mempertanyakannya. Hal-hal yang seharusnya terasa tidak normal perlahan disampaikan sebagai bagian dari rutinitas. Dari sinilah muncul pertanyaan menarik: apakah sesuatu menjadi normal hanya karena kita sudah terbiasa melihatnya?

Menurut saya, kekuatan utama Orientation terletak pada kemampuannya mengubah sesuatu yang sangat biasa menjadi sumber ketegangan. Orozco tidak membutuhkan tempat yang gelap atau makhluk supernatural untuk menciptakan rasa takut. Ia justru menggunakan ruang kantor yang familiar dan kehidupan sehari-hari sebagai latar.

Pada akhirnya, Orientation bukan hanya cerita tentang seorang karyawan baru yang mengenal tempat kerjanya. Cerpen ini juga mengajak pembaca melihat sisi lain kehidupan manusia yang sering tersembunyi di balik profesionalisme. Kantor yang terlihat rapi dan teratur ternyata menyimpan berbagai masalah pribadi, kehilangan, obsesi, dan rahasia.

Melalui cerita ini, kita dapat melihat bahwa horor tidak selalu hadir dalam bentuk sesuatu yang asing. Terkadang, hal yang paling mengganggu justru muncul dari tempat yang terlihat paling normal. Orientation membuat rutinitas kantor terasa berbeda setelah kita menyadari bahwa di balik setiap meja dan setiap karyawan, mungkin terdapat cerita yang tidak pernah kita ketahui.