Konten dari Pengguna

Dari Teori ke Praktik: Bagaimana Psikologi Kognitif Membentuk Pendidikan Modern

Komala

Komala

Mahasiswa sastra indonesia.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Komala tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Pexels

Teori psikologi kognitif

merupakan bagian penting dari ilmu kognitif yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam perkembangan psikologi pendidikan. Pendekatan ini menekankan pentingnya memahami proses mental internal pada manusia. Dalam pandangan psikologi kognitif, belajar pada dasarnya adalah proses mental, bukan hanya perilaku jasmaniah,meskipun perilaku eksternal lebih tampak dalam berbagai aktivitas belajar siswa. Misalnya, ketika seorang anak belajar membaca dan menulis, ia menggunakan alat jasmani seperti mulut dan tangan. Namun, tindakan mengucapkan kata atau menulis bukan sekadar respons terhadap stimulus, melainkan hasil dari dorongan mental yang diatur oleh otaknya.

Berikut adalah beberapa implikasi langsung dari teori belajar psikologi kognitif terhadap praktik pembelajaran dan pengajaran:

1. Pembelajaran berbasis pemahaman dan Insight (Gestalt). Pembelajaran yang berfokus pada pemahaman menyeluruh dari konsep, bukan sekadar hafalan.

2. Belajar sebagai Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving). Sesuai dengan pandangan Gestalt, siswa didorong untuk menemukan solusi dari masalah melalui insight.

3. Lingkungan Belajar dan Life Space (Kurt Lewin). Lewin menekankan pentingnya lingkungan psikologis siswa dalam proses belajar. Guru harus menciptakan suasana kelas yang mendukung, baik secara fisik maupun sosial, di mana siswa merasa nyaman untuk bereksplorasi dan belajar.

4. Pengajaran Berdasarkan Tahapan Perkembangan Kognitif (Piaget). Pembelajaran harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan kognitif siswa. Pada usia dini, misalnya, pembelajaran harus lebih konkret dan berbasis pengalaman sensorimotor.

5. Asimilasi dan Akomodasi dalam Pengajaran (Piaget). Guru perlu memperhatikan bagaimana siswa mengasimilasi (memasukkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada) dan mengakomodasi (menyesuaikan skema yang ada dengan informasi baru).

Pendekatan Konstruktivisme merupakan teori pembelajaran yang menekankan bahwa pengetahuan di bangun oleh tiap-tiap individu dengan melalui pengalaman dan interaksi sosial, di mana individu dapat terlibat aktif dalam proses belajar.

Prinsip-prinsip dasar teori konstruktivisme:

1. Belajar merupakan sebuah proses aktif.

2. Anak belajar dengan baik dan menyelesaikan berbagai konflik kognitif melalui pengalaman, refleksi dan metakognitif.

3. Peserta didik secara aktif berusaha mengonstruksikan makna.

4. Konstruksi pengetahuan tidak hanya dilakukan secara individual tetapi juga dapat dilakukan secara sosial.

5. Guru harus memiliki pengetahuan tentang perkembangan anak dan teori belajar.

Kognitif

Kata kognitif berasal dari kata kognisi yang berarti kata benda. Memiliki beberapa pengertian antara lain, proses untuk memperoleh pengetahuan, upaya dalam menggali pengetahuan melalui pengalamannya sendiri, atau proses pengenalan lingkungan oleh seseorang dan hasil pemerolehan pengetahuan.

Metakognitif

Menurut Marzano, metakognitif secara sederhana dapat diartikan sebagai kesadaran terhadap proses berpikir, yang berperan dalam membantu seseorang untuk mengendalikan tindakannya. Marzano membagi metakognisi menjadi dua aspek utama, yaitu: (1) Pengetahuan dan kontrol diri, yang melibatkan pemahaman tentang diri sendiri dalam konteks pembelajaran.