Dilarang Mencintai Bunga-Bunga: Kisah Penuh Makna Tentang Kesempurnaan Hidup

Mahasiswa sastra indonesia.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Komala tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerpen " Dilarang Mencintai Bunga-Bunga" memiliki tema tentang seorang anak laki-laki bernama Buyung, yang mencari arti dari kesempurnaan hidup. Bagi sang ayah kesempurnaan hidup bagi seorang laki-laki yaitu dengan bekerja dan bekerja. Buyung selalu merasa gelisah dan tidak nyaman saat bersama dengan ayahnya. Sang ayah selalu memaksanya dan menuntutnya untuk selalu bekerja, karena sikap keras dari sang ayah pada akhirnya Buyung menemukan kesempurnaan dan kenyamanan itu saat bersama kakek ia adalah tetangga sebelah rumah buyung, bagi kakek kesempurnaan hidup itu ada pada bunga-bunga. Dan berbeda pandangan dengan ayah Buyung yang mengganggap laki-laki tidak boleh menyukai bunga-bunga, bagi sang ayah laki-laki hanya boleh untuk bekerja bukan menyukai bunga-bunga bahkan ayahnya tidak segan-segan untuk merusak dan menghancurkan semua bunga-bunga yag ada di kamar Buyung.
Cerpen ini juga berisi mengenai kritik terhadap ketidak setaraan gender, hal ini biasa terjadi di lingkungan tempat kita tinggal. Sebagaimana Buyung yang di tuntut oleh sang ayah seperti bagaimana orang-orang memadang seorang laki-laki.
Cerpen ini menyajikan bagaimana pandangan dan pola asuh orang tua, yang dapat mempengaruhi perkembangan serta sikap pada anak-anak mereka. Cerpen ini juga menceritakan tentang keseharian Buyung dengan orang tuanya
Pada cerpen ini Buyung merupakan karakter utama. Dan juga terdapat sang Ayah, Kakek dan juga Ibu, sebagai tokoh yang berperan penting pada cerpen ini.
Sudut pandang pada cerpen ini pembaca akan lebih memahami secara dalam, bagaimana Buyung menghadapi ketidak setaraan gender, yang biasa terjadi di lingkungan masyarakat.
Kritik pada cerita ini pada tokoh ayah yang sangat keras dan kasar pada Buyung anak laki-lakinya, sang ayah tidak menyukai jika Buyung mencintai bunga dan menuntut buyung untuk bekerja, karena sikap sang ayah yang begitu keras dan kasar pada Buyung. Membuat Buyung menjadi tertekan dan tidak nyaman saat dirumah walaupun memiliki pola asuh yang keras pada Buyung. Namun dibalik itu semua sang ayah sangat sayang padaBuyung, kita memang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun kita juga harus bisa menikmati nikmat yang telah Tuhan berikan.
Simbol-simbol yang ada pada cerpen ini, seperti rumah yang menggambarkan tentang sebuah lingkungan keluarga, lalu bunga-bunga yang menyimbolkan keindahan, kebebasan, dan ketenangan, bagi Buyung bunga-bunga adalah keindahan yang ia miliki untuk menutupi kebebasan yang telah dihancurkan oleh ayahnya.
•
•
•
•
DAFTAR PUSTAKA
- Kuntowijoyo. ( 2020 ). Cerpen Dilarang Mencintai Bunga-Bunga. Penerbit: Redaksi, 19 September.
