Mestika yang Hilang, Identitas yang Terkubur

Mahasiswa sastra indonesia.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Komala tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehilangan Mestika karya Fatimah Hasan Delais, yang diterbitkan pada tahun 1935, merupakan salah satu novel awal yang ditulis oleh perempuan Indonesia dan diterbitkan oleh Balai Pustaka.
Novel ini mengisahkan perjuangan tokoh utama, Hamidah, dalam menghadapi tekanan adat dan tradisi yang menginginkan kebebasan perempuan. Melalui kisah ini, Fatimah Hasan Delais menyuarakan kritik terhadap sistem patriarki dan memperjuangkan emansipasi perempuan.
Perjuangan Hamidah dalam Menghadapi Tradisi
Hamidah digambarkan sebagai perempuan yang cerdas dan mandiri, namun harus menghadapi kenyataan pahit karena tuntutan adat dan harapan keluarga. Ia berjuang untuk mendapatkan pendidikan dan kebebasan dalam menentukan jalan hidupnya, namun seringkali dihadapkan pada pilihan sulit antara mengikuti keinginannya atau tunduk pada norma sosial.
Dalam novel ini, Fatimah Hasan Delais menggambarkan bagaimana Hamidah harus menghadapi berbagai rintangan, termasuk kehilangan orang-orang yang dicintainya dan tekanan dari masyarakat sekitar.
Kritik terhadap Sistem Patriarki
Melalui tokoh Hamidah, Fatimah Hasan Delais menyampaikan kritik terhadap sistem patriarki yang mengekang kebebasan perempuan.
Novel ini menggambarkan bagaimana perempuan seringkali dipaksa untuk tunduk pada norma sosial yang tidak adil dan kehilangan hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Fatimah Hasan Delais menunjukkan bahwa perempuan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melawan ketidakadilan dan memperjuangkan hak-haknya.
"Kebanyakan daripada adat yang diadatkan disangkakan mereka sebagian juga daripada syarat agama. Gadis-gadis mesti dipingit, tak boleh kelihatan oleh orang yang bukan sekeluarga lebih-lebih oleh laki-laki"
Kutipan ini menyoroti bagaimana aturan dan tradisi yang tidak fleksibel dapat membatasi kebebasan dan pergerakan perempuan.
Hamidah, sebagai tokoh utama, merupakan gambaran perempuan yang terjebak dalam kehidupan sosial yang tidak adil.
Novel ini Sebagai pengingat nilai kesetaraan gender dan perjuangan perempuan dalam masyarakat, novel ini masih relevan hingga saat ini karena mencerminkan realitas sosial.
Daftar Pustaka:
Delais, Fatimah Hasan. (1935). Kehilangan Mestika. Jakarta: Balai Pustaka.
