Konten dari Pengguna

Edukasi Anti-Bullying "Yayasan Ramah Tanpa Kekerasan" Di SMK Insan Kreatif

Aulia Nashuwa

Aulia Nashuwa

mahasiswa universitas pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aulia Nashuwa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Bersama Siswa/i, Guru, Panitia Pengabdian Kepada Masyarakat. (sumber: potret panitia)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Siswa/i, Guru, Panitia Pengabdian Kepada Masyarakat. (sumber: potret panitia)

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) kembali melaksanakan program Pengabdian Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat. Kegiatan ini merupakan cara bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam menanggapi isu-isu sosial yang sering muncul di lingkungan sekolah, yaitu perundungan antar siswa. PKM ini menargetkan siswa SMK INSAN KREATIF dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang cara mencegah perundungan dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi seluruh siswa.

Pelaksanaan kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 27 November 2025 dengan tema "Pendidikan Anti-Perundungan Melalui Program 'Landasan Persahabatan Tanpa Kekerasan'". Tim yang melaksanakan PKM terdiri dari mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang di bawah bimbingan dosen. Tema ini dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya jumlah perundungan, termasuk perundungan verbal, fisik, sosial, dan siber, yang dapat berdampak negatif jangka panjang pada kesehatan mental, perkembangan karakter, dan prestasi belajar siswa.

Dalam kegiatan ini, siswa mempelajari tentang makna perundungan, berbagai jenis perundungan, pola yang sering terjadi di sekolah, dan faktor-faktor yang menyebabkan perilaku ini. Tim PKM juga menjelaskan dampak psikologis dan sosial yang dapat dialami korban, seperti kecemasan, trauma, penurunan kepercayaan diri, dan gangguan kesehatan mental. Mereka juga menjelaskan bagaimana perundungan berdampak negatif pada iklim sekolah secara keseluruhan, termasuk penurunan rasa aman dan kerja sama antar siswa.

Materi yang disajikan juga menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang tidak mengandung kekerasan dengan memprioritaskan empati, saling menghormati, dan komunikasi yang sehat. Siswa didorong untuk memahami cara mencegah perundungan, termasuk meningkatkan kesadaran diri, keberanian untuk menolak perilaku perundungan, dan pentingnya melaporkan tindakan tersebut ke sekolah jika mereka menyaksikan atau mengalaminya. Tim PKM juga memperkenalkan konsep “Yayasan Persahabatan Tanpa Kekerasan” sebagai gerakan pendidikan yang mendorong siswa untuk bekerja sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan saling mendukung.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh siswa dan guru di SMK INSAN KREATIF. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan karena dianggap sesuai dengan kondisi sosial siswa dan penting untuk terus disebarluaskan. Siswa juga merasa mendapatkan wawasan baru tentang bahaya perundungan dan bagaimana mereka dapat berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif.

Penghargaan Mahasiswa PKM UNPAM kepada pihak Sekolah (Sumber: potret panitia)

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan akan muncul kesadaran bersama bahwa perundungan adalah masalah serius yang membutuhkan perhatian. Tim PKM dari Universitas Pamulang berharap inisiatif seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga budaya sekolah yang bebas dari kekerasan benar-benar dapat terwujud.

Penulis:

M. Arif Fadilah, Fatma Rahayu Ningsih, Kayla Refalina Azzahra, Riska Anazwa, Aufa Bintang, Aulia Nashuwa, Yuwa Harrist Estu S., Raihan Syafi, Astri Cahya Melani, Wanda Hamidah Varizal, Siti Ambarwati, Haykal Redzen Erlangga, Dominggos Boro Meu, Muhamad Faiz Pratama, Aldo Rizki Pratama.

(Mahasiswa Universitas Pamulang)