Tingginya Pengangguran Muda dan Sulitnya Perusahaan Mendapatkan Talenta: Tantangan Perencanaan SDM

Saya adalah mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang yang memiliki minat pada bidang sumber daya manusia, dunia kerja, dan ekonomi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Aulia Nisa Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kondisi pasar kerja Indonesia saat ini menghadapi persoalan yang cukup berlawanan. Di satu sisi, jumlah anak muda yang belum mendapatkan pekerjaan masih tinggi. Namun, di sisi lain, perusahaan justru mengalami kesulitan memperoleh tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan.
Berdasarkan pemberitaan ANTARA pada September 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kelompok usia 15–24 tahun mencapai 17,4%. Pada saat yang sama, 48% perusahaan di Indonesia mengaku kesulitan mendapatkan tenaga kerja dengan kompetensi yang memadai. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah lapangan pekerjaan, tetapi juga kesesuaian kualitas tenaga kerja. Banyaknya pencari kerja belum tentu membuat perusahaan mudah mendapatkan karyawan yang sesuai karena setiap pekerjaan membutuhkan kompetensi tertentu. Kondisi ini kemudian menjadi salah satu tantangan dalam perencanaan sumber daya manusia (SDM).
Perusahaan perlu merencanakan kebutuhan tenaga kerja bukan hanya berdasarkan jumlah, tetapi juga kompetensi yang akan dibutuhkan di masa depan. Misalnya, ketika perusahaan memperkirakan kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan digital akan meningkat, perusahaan dapat melakukan pemetaan kompetensi, menyiapkan rekrutmen, serta memberikan pelatihan dan pengembangan sejak awal.
Selain itu, perusahaan perlu memperkuat manajemen talenta dengan tidak hanya mencari tenaga kerja yang sudah siap pakai. Tenaga kerja muda yang memiliki kemampuan dasar, kemauan belajar, dan potensi berkembang juga dapat diberikan kesempatan melalui program magang, mentoring, upskilling, dan reskilling.
Upaya mengatasi kesenjangan kompetensi juga membutuhkan kerja sama antara perusahaan, lembaga pendidikan, pemerintah, dan tenaga kerja. Perusahaan perlu menyampaikan kebutuhan kompetensinya, lembaga pendidikan dan pelatihan menyesuaikan program dengan kebutuhan industri, sedangkan tenaga kerja muda perlu terus meningkatkan kemampuan agar lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja.
Dengan perencanaan SDM yang tepat dan pengembangan talenta yang berkelanjutan, kesenjangan antara tingginya jumlah pencari kerja muda dan kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja kompeten dapat dikurangi.
Aulia Nisa Putri Adits Wiyadi, Mahasiswa Manajemen S1 Universitas Pamulang
