Ekstrak Buah Mengkudu Dapat Bermanfaat bagi Tanaman Lainnya?

Mahasiswi Agroekoteknologi Universitas Brawijaya
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Aulia Rahayu Habibatur Roziqoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Topik ini membahas tentang permasalahan yang selalu dialami oleh setiap petani yang jelas selalu menimbulkan kerugian dan membuat tanaman kehilangan bukan hanya dari kualitasnya, namun dari segi estetika. Bila kita amati, pertanian tidak bisa lepas dari yang namanya pengendalian hama. perlu adanya pengendalian hama juga salah satu bentuk sebagai pertahanan ekosistem. Keberadaanya yang tidak diinginkan namun tidak dapat dimusnahkan merupakan ciri khas yang dimiliki oleh hewan pengganggu tanaman. Banyak cara yang dilakukan agar tetap menjaga ekosistem lingkungan, namun tetap memperhatikan keamanan bagi para produsennya.
Hama menjadi salah satu musuh terbesar bagi para petani. Apalagi ketika memasuki musim bercocok tanam. Banyak kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan oleh hama. Tentu hal tersebut tidak membuat petani diam saja dan bertindak sesuatu untuk mengendalikan keberadaan hama.
"Masalah yang sering terjadi ketika mau panen itu hama yang menyerang tanaman sawi". Ujar salah satu petani yang ada di Desa Junrejo dalam proses wawancara.
Desa Junrejo memang terkenal dengan pertanian komoditas sawinya. Sehingga, rata-rata petani membudidayakan komoditas sawi pada lahan pertanian yang ada di Desa Junrejo.
Dalam penggunaanya, pengendalian secara sintetik memang memiliki banyak kelebihan, yaitu praktis ketika digunakan, efisien dan sangat efektif, mudah didapat, dalam pengendaliannya tidak perlu harus memiliki keahlian yang tinggi. Namun, tentu saja ada dampak atau kekurangan dari pengendalian secara sintetik, seperti dapat salah sasaran atau dapat membunuh serangga yang sebenarnya berguna bagi tanaman. Dampak yang paling besar dirasakan adalah pencemaran lingkungan akibat pemakaian berlebih dan juga akan berdampak bagi kesehatan masyarakat yang merupakan konsumen tanaman tersebut. Karena itu, perlu adanya pengendalian secara organik yang dapat mengurangi dampak buruk pada lingkungan dan konsumen.
Sayur dan buah merupakan komponen penting dalam pemenuhan gizi dan nutrisi setiap konsumen. Tetapi, apakah masih bisa dikatakan bergizi ketika produk tersebut telah terkontaminasi dengan zat kimia dalam pengendaliannya? Seperti yang telah kita ketahui bahwa bahan kimia merupakan zat yang buruk bagi kesehatan. Apalagi zat tersebut sampai masuk ke dalam organ tubuh manusia. Dari sini kita bisa menilai bahwa pentingnya pengendalian secara organik agar tidak ada zat kimia yang dapat masuk ke tubuh kita.
Buah mengkudu memiliki ciri khas bau yang tidak sedap serta menyengat, sehingga jarang orang yang mau untuk menggunakan buah mengkudu sebagai bahan makanan ataupun dimakan secara langsung. Dibalik kekurangan yang dimiliki buah tersebut, mengkudu ternyata sangat memiliki banyak manfaat. Selain dimanfaatkan sebagai obat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, buah mengkudu juga ternyata sangat berguna bagi pengendalian hama secara nabati terutama pada komoditas sawi.
Kandungan yang terdapat pada buah mengkudu seperti saponim dan flavonoid dapat membuat kelayuan pada saraf serta kerusakan pada spirakel yang mengakibatkan hama tidak dapat bernafas dan kemudian mati. Saponim merupakan senyawa yang bersifat sebagi racun dan antifeedant pada kutu, larva, kumbang, dan jenis serangga lainnya. Kandungan yang dimiliki oleh buah mengkudu tersebut membuat tanaman ini bersifat sebagai insektisida nabati.
Hama yang biasanya mengganggu komoditas sawi adalah hama jenis ulat (Plutella xylostella L). Sehingga diperlukan penanganan yang cepat serta efektif dan juga aman bagi tanaman. Penggunaan ekstrak buah mengkudu sebagai pestisida nabati menjadi salah satu cara dalam menerapkan pertanian organik karena memiliki daya bunuh mortalitas larva paling cepat dibandingkan ekstrak tanaman lainnya. Serta, aman apabila tanaman yang terkena pestisida dari buah mengkudu dikonsumsi oleh konsumen.
Dengan adanya pengendalian hama dan penyakit tanaman menggunakan cara pengendalian organik yaitu ekstrak buah mengkudu, hal ini dapat mengurangi pemakaian bahan yang kimia. Selain penggunaanya yang aman bagi kesehatan dan lingkungan, penggunaan buah mengkudu sebagai pengendalian organik akan menghemat pengeluaran bagi para petani karena mudah didapat dan berasal dari alam. Untuk itu, mari kita terapkan pola pertanian yang sehat dengan penggunaan bahan organik sebagai pengendali hama pada berbagai komoditas agar tetap terjaganya lingkungan dan konsumen yang sehat.
Penulis: Yodeka Kopaba, Muhamad Badar, Aulia Rahayu Habibatur Roziqoh, Hilda Amalia, Siti Nurlailatuljannah
