Konten dari Pengguna

Ekonomi Indonesia di Era Digital: Tumbuh atau Tertinggal?

aulia laiqa sakha

aulia laiqa sakha

mahasiswa universitas pamulang prodi manajemen

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari aulia laiqa sakha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan perekonomian suatu negara. Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) yang menunjukkan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara. Semakin baik pertumbuhan ekonomi, semakin besar pula peluang suatu negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Indonesia sendiri masih menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11%, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh sebesar 5,03%. Pada tahun 2025, PDB Indonesia atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat melakukan kegiatan ekonomi. Masyarakat semakin terbiasa menggunakan internet untuk berbelanja, melakukan pembayaran, mencari informasi, maupun menjalankan usaha. Kondisi tersebut memberikan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi juga menimbulkan beberapa tantangan yang perlu diperhatikan.

1. Perkembangan Ekonomi Indonesia di Era Digital

Digitalisasi membuat kegiatan ekonomi menjadi lebih cepat dan mudah. Perusahaan dapat memasarkan produknya melalui berbagai platform digital tanpa harus memiliki banyak toko fisik. Konsumen juga dapat membeli barang dan jasa secara online tanpa harus datang langsung ke tempat penjual.

Perkembangan tersebut terlihat dari meningkatnya penggunaan pembayaran digital. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital pada triwulan IV 2025 mencapai 14,26 miliar transaksi atau tumbuh 39,21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Transaksi QRIS juga mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi, yaitu 139,99% secara tahunan.

Digitalisasi juga memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pasar. Dengan menggunakan media sosial, marketplace, dan pembayaran digital, usaha kecil dapat menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau.

Contoh pembayaran digital (Qris). Sumber : ilustrasi AI

2. Dampak Digitalisasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Perkembangan ekonomi digital dapat memberikan beberapa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pertama, digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi kegiatan ekonomi. Proses pembayaran, pemasaran, pemesanan, dan komunikasi dapat dilakukan dengan lebih cepat sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.

Kedua, digitalisasi membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. Produk UMKM yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar dapat dipasarkan melalui internet dan menjangkau konsumen dari daerah lain.

Ketiga, perkembangan ekonomi digital dapat mendorong munculnya jenis pekerjaan dan usaha baru. Perkembangan e-commerce, fintech, layanan digital, dan berbagai platform online menciptakan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kemampuan teknologi.

Keempat, digitalisasi dapat membantu meningkatkan inklusi keuangan. Penggunaan pembayaran digital membuat masyarakat dan pelaku usaha semakin mudah melakukan transaksi dan mengakses berbagai layanan keuangan.

3. Tantangan Pertumbuhan Ekonomi di Era Digital

Walaupun memberikan banyak peluang, perkembangan ekonomi digital juga memiliki beberapa tantangan.

Salah satu tantangan utama adalah kesenjangan digital. Tidak semua masyarakat memiliki akses internet dan kemampuan digital yang sama. Masyarakat di wilayah dengan infrastruktur teknologi yang masih terbatas dapat mengalami kesulitan untuk mengikuti perkembangan ekonomi digital.

Tantangan lainnya adalah perubahan kebutuhan tenaga kerja. Perkembangan teknologi dapat membuat beberapa pekerjaan menjadi lebih otomatis sehingga tenaga kerja harus meningkatkan kemampuan agar dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, keamanan data dan transaksi juga menjadi perhatian. Semakin banyak masyarakat melakukan aktivitas ekonomi secara online, semakin penting pula perlindungan terhadap data pribadi dan keamanan sistem pembayaran.

4. Peran Pemerintah dalam Menghadapi Tantangan Digital

Pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan perkembangan ekonomi digital dapat memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur digital agar akses internet tidak hanya terpusat di kota-kota besar.

Pemerintah juga perlu meningkatkan literasi dan keterampilan digital masyarakat. Dengan kemampuan yang lebih baik, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan.

Selain itu, dukungan terhadap UMKM juga perlu terus dilakukan. Pelaku UMKM perlu diberikan akses terhadap pelatihan digital, pemasaran online, pembayaran digital, dan pembiayaan agar mampu bersaing di pasar yang semakin luas.