Tipologi Pembelajaran Anak Didik dalam Psikologi Pendidikan

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Angkatan 2023
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Aulia Latifa Zahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tipologi belajar merupakan gabungan dari kesanggupan seorang individu, khususnya seorang murid dalam memahami, membenahi, dan memproses informasi belajar yang berfungsi untuk memudahkan dalam proses belajar. Dengan mempelajari Tipologi Belajar dapat Membantu kita mengenali cara belajar yang paling cocok untuk diri sendiri sehingga kita dapat memaksimalkan potensi belajar.

Secara umum, Bobbi De Poter & Mike Hernacki membagi gaya belajar manusia menjadi tiga kelompok utama, yaitu visual, auditorial, dan kinestetik.
Gaya Belajar Visual
Gaya Belajar Visual adalah gaya belajar yang berfokus pada penglihatan. Orang-orang dengan gaya ini cenderung memerlukan bukti konkret yang diperlihatkan kepada mereka sebelum mereka bisa memahaminya. Mereka memiliki kepekaan terhadap warna, pemahaman artistik, dan mungkin kesulitan dalam berkomunikasi secara lisan.
Ciri-ciri: Mudah belajar melalui penglihatan, seperti gambar, diagram, video, dan warna.
Gaya Belajar Auditorial
Gaya Belajar Auditorial bergantung pada pendengaran. Individu dengan gaya ini harus mendengar informasi terlebih dahulu agar bisa memahaminya. Mereka mungkin memiliki kemampuan mendengarkan yang baik tetapi kesulitan dalam membaca atau menulis.
Ciri-ciri: Mudah belajar melalui pendengaran, seperti penjelasan lisan, musik, dan diskusi.
Gaya Belajar Kinestetik
Gaya Belajar Kinestetik memerlukan sentuhan fisik untuk mengingat informasi.Mereka cenderung aktif secara fisik, suka menyentuh segala sesuatu di sekitar mereka,dan mungkin sulit untuk duduk diam saat belajar. Sentuhan fisik membantu mereka dalam memahami dan mengingat informasi.
Ciri-ciri: Mudah belajar melalui gerakan dan pengalaman langsung, seperti praktik, eksperimen, dan permainan.
