Kerja Sama Ekonomi Regional di Amerika Latin dalam menghadapi Persaingan Dagang

Mahasiswa Magister Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Aulia Rahmatin Masyhuri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seperti yang telah kita ketahui, globalisasi membawa perkembangan pada ekonomi dan sistem perdagangan internasional. Sehingga negara-negara di seluruh belahan dunia termotivasi untuk meningkatkan kerja sama politik dan ekonomi dalam tingkat regional. Hal tersebut bertujuan untuk melindungi wilayah mereka dari persaingan ekonomi yang semakin ketat di era globalisasi.
Salah satu contoh kerja sama ekonomi regional yang berhasil di Amerika Latin adalah Mercosur (Mercado Común del Sur). Mercosur sendiri merupakan kerja sama ekonomi regional yang beranggotakan dari Brasil, Argentina, Paraguay, dan Uruguay.
Kerja sama ini menggunakan konsep custom union dalam penerapan operasional manajemennya, di mana mereka menghapuskan tarif perdagangan antar negara anggota.
Selain itu, kerja sama memberlakukan kebijakan Common External Tarif (CET) untuk negara non-anggota. Kebijakan yang diterapkan dalam kerja sama ini memiliki prinsip utama, yakni meminimalisir persaingan tarif yang merugikan negara anggota.
Latar Belakang Mercosur
Berawal dari tahun 1980-an, Argentina dan Brasil merespons terhadap persaingan ekonomi yang semakin kompleks dan konflik terdahulu. Kedua negara tersebut memutuskan untuk melakukan diplomasi dan mendirikan organisasi yang bergerak pada kerjasama ekonomi regional yang disebut Mercosur.
Kerja sama tersebut resmi didirikan melalui Treaty of Asunción dan kemudian diperluas dengan bergabungnya Paraguay dan Uruguay. Namun terdapat tujuan lain dari diwujudkannya kerja sama ini, yaitu;
Mempromosikan integrasi ekonomi nasional ke pasar internasional
Menciptakan peluang bisnis, dan mendorong investasi.
Meningkatkan hasil komoditas pertanian dan peternakan, seperti; daging sapi, ayam, jagung, dan kopi.
Pada tahun 2012, Venezuela bergabung dalam kerja sama dan ditetapkan sebagai anggota penuh. Karena Venezuela keluar dari keanggotaan tersebut dikarenakan sudah tidak memenuhi syarat dasar perdagangan dan diketahui telah melanggar Hak Asasi Manusia.
Meskipun demikian, tersebut tidak membuat kerja sama ini berhenti beroperasi. Mercosur melakukan beberapa penyempurnaan dalam konsep di dalam nya, salah satunya memperluas jangkauan kerja sama dengan negara-negara pihak ketiga, termasuk Indonesia dan kelompok-kelompok lain di seluruh dunia. Oleh karena itu, Mercosur dijadikan suatu sistem utama dalam perdagangan internasional di wilayah Amerika Latin.
Peluang dan Tantangan Mercosur
Perkembangan yang dihasilkan melalui kerja sama yang dibangun membuka banyak peluang bagi blok ini. Hal ini memberikan potensi dalam peningkatan kekuatan aspek politik dan ekonomi wilayah Amerika Latin. Peluang bagi organisasi ini dibuktikan dengan adanya;
Skala Pasar yang Besar
Hampir 300 juta penduduk dan total GDP sekitar $2.2 triliun pada tahun 2021, Mercosur berada di peringkat kelima dalam ekonomi dunia. Hal ini tentu diyakini akan menciptakan peluang besar bagi negara anggota untuk meningkatkan perdagangan internasional mereka.
Fasilitas Perdagangan yang ditawarkan oleh Mercosur
Kebijakan penghapusan atau pengurangan tarif dan hambatan perdagangan, telah meningkatkan arus perdagangan antara negara-negara anggota. Contoh nyata dari peningkatan ini adalah arus perdagangan antara Brasil dan Paraguay yang meningkat lebih dari 300% antara tahun 2002 dan 2018. Keberhasilan ini menunjukkan potensi positif dari kerja sama ekonomi regional.
Platform utama dalam kerja sama politik di Amerika Selatan
Selain bergerak dalam bidang ekonomi, organisasi ini juga membantu menjaga stabilitas regional dan memfasilitasi resolusi konflik antara negara anggota. Melalui Protokol Ushuaia, Mercosur menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia di antara anggotanya. Dengan demikian, Mercosur tidak hanya menjadi aliansi ekonomi tetapi juga alat untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Amerika Selatan.
Dari peluang-peluang yang telah dijabarkan di atas terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi untuk meminimalisir hambatan yang akan dihadapi oleh Mercosur, seperti;
Proses pembentukan organisasi ini berdasarkan perjanjian Asuncion yang dibangun berdasarkan perjanjian antara antara Brasil dan Argentina, bukan hasil dari negosiasi yang panjang dan komprehensif. Ini mengakibatkan masalah seperti koordinasi kebijakan makroekonomi dan penetapan CET yang masih harus diselesaikan oleh negara anggota di masa depan.
Perbedaan struktur pasar antara negara-negara anggota, dengan dominasi ekonomi Brasil, menciptakan ketidakseimbangan yang dapat memengaruhi manfaat yang diterima oleh negara-negara yang lebih kecil. Ketidakseimbangan ini telah menjadi kontroversi utama dalam Mercosur.
Birokrasi yang tidak efisien dalam pengambilan keputusan dan implementasi perjanjian menjadi tantangan serius bagi organisasi ini. Proses pengambilan keputusan yang lambat dan rumit disebabkan oleh perbedaan politik, perubahan pemimpin, dan ketidakseimbangan kekuasaan antara Brasil dan Argentina.
Mercosur juga menghadapi perselisihan dan ketegangan antara negara anggota. Meskipun ada upaya untuk menyelesaikan perselisihan melalui mekanisme internal, seperti penolakan terhadap keputusan tertentu dan krisis politik di Venezuela, tetapi tegangan tetap menjadi masalah yang harus diatasi.
Perbandingan dengan Blok lain di Amerika Latin
Sama seperti Mercosur, Andean Community (CAN) adalah kerja sama ekonomi regional di Amerika Latin. Namun, ada perbedaan mendasar antara keduanya di mana CAN yang terdiri dari Bolivia, Kolombia, Ekuador, dan Peru, memiliki ukuran pasar lebih kecil.
Selain itu, fokus CAN hanya pada integrasi ekonomi, sementara Mercosur telah melebarkan cakupan tujuannya untuk mencakup kerja sama politik. Perbedaan ini mempengaruhi cara mereka mengambil keputusan dan proses integrasi ekonomi.
Secara singkat, dapat dipahami bahwa meskipun terdapat kelemahan dan hambatan yang dimiliki Mercosur, proses regionalisasi yang dijalani terbilang cukup berhasil jika dibandingkan dengan kerja sama ekonomi regional lain di Amerika latin.
Hal ini dapat dilihat dari dorongan kepentingan ekonomi dan politik nasional yang melatarbelakangi partisipasi negara pada kerja sama ekonomi regional sehingga dapat menuntun pembentukan organisasi yang paling sesuai.
Selain itu, Mercosur juga berdampak pada terhadap negara anggota dan perluasan kerja sama yang dicapai dengan negara maupun organisasi regional lain diluar Amerika Selatan. Hal ini dianggap jauh lebih progresif dibandingkan dengan kerja sama regional lain di wilayah Amerika Latin, seperti Andean Community (CAN). Oleh karena itu, Mercosur dapat dikatakan sebagai kerja sama ekonomi regional di Amerika Selatan yang paling efektif.
