Konten dari Pengguna

Perjuangan Seorang Anak Mewujudkan Keinginannya untuk Berkuliah

Aullya Bintang

Aullya Bintang

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aullya Bintang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wawancara Putri di depan rumah, Sabtu (19/11). Sumber: Foto Pribadi/Aullya Bintang.
zoom-in-whitePerbesar
Wawancara Putri di depan rumah, Sabtu (19/11). Sumber: Foto Pribadi/Aullya Bintang.

Mengesankan, di daerah Sleman Yogyakarta tepatnya di Kecamatan Seyegan terdapat seorang remaja bernama Putri yang berusia 18 tahun sudah mencari penghasilan sendiri. Di tengah banyaknya anak muda yang bersenang-senang menikmati masa mudanya, Putri harus mengorbankan waktu bersenang-senangnya untuk bekerja demi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Di mulai dari lulus Sekolah Menengah Kejuruan, Putri memiliki niat untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Namun semangat Putri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di patahkan oleh orang tuanya karena faktor keadaan ekonomi keluarga yang kurang mencukupi akibat penghasilan orang tua yang sudah tidak seperti dulu.

Putri merupakan anak kedua dari dua bersaudara yang di mana kakaknya sudah terlebih dahulu menempuh kuliah pada saat keadaan ekonomi keluarga masih stabil. Kehidupan keluarganya dulu selalu tercukupi termasuk keadaan ekonominya. Tetapi semenjak sang ayah berganti pekerjaan menjadi seorang supir, keadaan perekonomian keluarganya menjadi turun drastis.

"Saat itu saya baru saja lulus SMK dengan keadaan ekonomi keluarga yang sedang turun dan saya mencoba meminta izin ke orang tua untuk melanjutkan kuliah, tetapi mereka menjawab tidak sanggup mengeluarkan biaya kuliah karena keadaan ekonomi keluarga yang sudah tidak seperti dulu. Dapat digunakan untuk makan dan hidup saja sudah Alhamdullillah," ujar Putri.

Siapa sangka karena faktor ekonomi menjadikan Putri harus menunda kuliahnya terlebih dahulu dan mencoba mendaftar di tahun yang akan datang dengan segala sesuatu yang dipertimbangkan. Memikirkan berbagai cara supaya dapat melanjutkan kuliah, akhirnya ia memutuskan untuk bekerja. Dengan pengalamannya yang pas-pasan, ia berniat untuk bekerja sembari mengisi waktu luang selama belum mendaftar kuliah.

"Iya.. Saya berpikiran untuk bekerja saja daripada hanya diam di rumah, lumayan penghasilannya bisa di tabung untuk mendaftar kuliah tahun depan," ujar Putri.

Hal tersebut semata-mata dilakukan untuk mewujudkan keinginannya dalam melanjutkan kuliah dengan cara menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan yang didapatkan supaya dapat digunakan untuk mendaftar kuliah. Putri di terima bekerja di salah satu perusahaan swasta yang ada di tengah Kota Yogyakarta dengan penghasilan yang hanya cukup untuk membayar kuliah di setiap semesternya saja.

Setelah bekerja kurang lebih satu tahun lamanya, akhirnya Putri memutuskan untuk melanjutkan kuliah dengan menggunakan uang yang sudah ia sisihkan sebelumnya. Namun ia akan tetap melanjutkan pekerjaannya supaya dapat membiayai kuliahnya sendiri hingga lulus S1 nanti.

"Capek pastinya kurang mempunyai waktu untuk istirahat karena pagi sampai sore harus bekerja dulu, malamnya harus kuliah, belum lagi kalau ada tugas yang harus dikerjakan. Sedangkan teman-teman yang lain bisa mempunyai waktu istirahat yang cukup. Tetapi tetap senang karena akhirnya dapat kuliah walaupun harus mengorbankan waktu istirahat," ujar Putri.

Putri juga menambahkan bahwa dirinya tetap bersyukur dengan apa yang terjadi walaupun harus mengorbankan waktu bersenang-senangnya di masa muda. Putri bangga dapat membiayai kuliahnya sendiri tanpa merepotkan orang tua dan berhasil mewujudkan keinginannya untuk dapat melanjutkan kuliahnya. Putri merasa dari kejadian itu dapat menjadikannya sebagai orang yang mandiri dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi di dalam diri dan hidupnya.

Perjuangan Putri memberikan kita pelajaran bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin asalkan kita memiliki niat dan usaha untuk mewujudkannya. Jadi, tidak ada keadaan yang dapat menghalangi sesuatu yang kita inginkan jika kita memiliki kemauan untuk mewujudkannya.