Keutamaan Musyawarah

Penasihat PKP (Partai Keadilan dan Persatuan)
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Aunur Rofiq tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tatkala Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, untuk membangun masyarakat Islam yang nantinya merupakan cikal bakal pendirian negara kota adalah:
Mendirikan Masjid.
2. Mempersaudarakan kaum pendatang (Muhajirin) dengan penduduk Madinah (Anshar).
3. Piagam Madinah. Ini merupakan konstitusi untuk Negara Islam yang baru berdiri.
Dalam Piagam Madinah itu enam azas yaitu:
1. Kebebasan beragama.
2. Persamaan.
3. Kebersamaan.
4. Keadilan.
5. Perdamaian yang berkeadilan.
6. Musyawarah.
Musyawarah ini merupakan perkara yang krusial dan menjadi salah satu landasan (pondasi) untuk kehidupan khususnya bernegara. Musyawarah ini menjadi salah satu prinsip yang selalu dijaga oleh para “pewaris bumi”. Oleh sebab itu, Allah SWT memberikan perintah agar segala urusan diputuskan melalui musyawarah.
Hal ini, sebagaimana dalam firman-Nya surah asy-Syura ayat 38 yang terjemahannya, “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”
Dalam Islam, musyawarah merupakan landasan hidup yang harus dipegang teguh baik bagi penguasa (pemimpin) maupun rakyat biasa. Para pemimpin bertanggung jawab untuk mengeksekusi musyawarah dalam kebijakan politik, pemerintahan, hukum dan berbagai hal yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas.
Sementara rakyat memiliki tanggung jawab untuk menjadikan musyawarah sebagai wadah penyampaian aspirasi kepada penguasa. Negeri tercinta ini telah meletakkan musyawarah bagian dari Pancasila (dasar negara). Oleh karena itu, musyawarah ini hendaknya selalu digunakan dalam mengatasi persoalan yang muncul di masyarakat, bukan menang-menangan karena berkuasa atau dekat penguasa. Ingatlah bahwa keadilan sosial bagi semua rakyat menjadi tujuan.
Jika seorang pemimpin secerdas apa pun yang mengandalkan pendapatnya sendiri tanpa pernah mau menghargai pendapat orang lain, pendapatnya itu akan lebih rentan dari kesalahan. Hal yang berbeda jika seorang pemimpin yang mungkin tidak terlalu cerdas, namun mau mendengarkan pendapat orang lain melalui musyawarah. Jadi dapat dikatakan, orang yang paling cerdas sejatinya adalah orang yang mau bermusyawarah serta bersikap terbuka terhadap pendapat orang lain.
Dalam ajaran Islam, lembaga permusyawaratan yang ada dalam suatu negara memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan kekuasaan eksekutif. Lembaga inilah yang bertugas mengarahkan setiap kebijakan yang diambil oleh eksekutif atau seorang kepala pemerintahan. Kepala Negara hendaknya selalu berpegang pada prinsip musyawarah, karena seorang pemimpin yang terjadi adalah seizin-Nya tentu akan dibimbing-Nya selama ia taat menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Perintah menjalankan musyawarah sesuai dengan hadis riwayat Thabrani, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan merugi orang yang beristikharah dan tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah.”
Jelas bahwa kejayaan dan masa depan suatu bangsa bergantung pada baik buruknya sistem musyawarah yang diterapkan oleh bangsa yang bersangkutan. Juga ada perintah langsung dari Sang Pencipta ayat di atas ( asy-Syura 38 ) dan ali-Imran ayat 159 yang terjemahannya,”….sedang urusan mereka ( diputuskan ) dengan musyawarah antara mereka…”
Sedangkan manfaat musyawarah adalah:
Melatih Mengemukakan Pendapat.
Nilai Kebersamaan.
Masalah Cepat Terselesaikan.
Adanya Keadilan dari Keputusan yang Diambil.
Menyatukan Banyak Pendapat.
Mencegah Kekeliruan.
Dengan bermusyawarah secara otomatis akan melatih para pesertanya untuk menyampaikan pendapat, hal ini tidaklah mudah jika tidak dilatih. Persoalan yang dimusyawarahkan mempunyai nilai kebersamaan. Pendapat satu orang akan berbeda dengan pendapat 5 sampai 7 orang, hingga persoalan yang dibahas akan cepat ketemu solusinya.
Dengan bermusyawarah persengketaan akan diselesaikan dengan adil dan para pihak akan menerima keputusan. Musyawarah juga menghindarkan kekeliruan karena menyatukan banyak pendapat dan menghasilkan solusi yang komprehensif ( luas, menyeluruh, teliti dan meliputi banyak hal ).
Ingatlah bahwa Rasulullah SAW secara terang-terangan menunjukkan kepada umatnya bahwa beliau diperintah oleh Allah SWT untuk menegakkan prinsip musyawarah di tengah perjalanan hidupnya.
Oleh sebab itu, wahai para pemimpin yang mempunyai kuasa, contohlah Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dalam menjalankan pemerintahannya, dan ini diperkuat sebagai perintah-Nya. Janganlah engkau (pemimpin) menjadi orang yang termasuk golongan orang-orang yang tidak taat pada-Nya.
Ya Allah, bimbinglah para pemimpin kami yang menjalankan amanah agar selalu taat atas perintah-perintah-Mu. Lebih mementingkan atas kepentingan masyarakat luas dari pada sekelompok golongan. Ampunilah dan tunjukkan jalan-Mu agar yang salah segera memperbaikinya dan tidak mengulanginya.
