Konten dari Pengguna

Sapi Betina Bani Israil

Aunur Rofiq

Aunur Rofiq

Penasihat PKP (Partai Keadilan dan Persatuan)

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aunur Rofiq tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sapi. Foto: Volodymyr TVERDOKHLIB/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sapi. Foto: Volodymyr TVERDOKHLIB/Shutterstock

Kisah sapi betina (Al-Baqarah) adalah perintah Allah SWT melalui Nabi Musa AS kepada Bani Israil untuk menyembelih sapi betina dengan ciri khusus (kuning tua, tidak pernah membajak/mengairi, tanpa cacat) guna mengungkap pembunuh misterius. Perintah ini menguji kepatuhan mereka, yang awalnya membangkang dan mempersulit diri dengan banyak bertanya, hingga akhirnya menyembelih sapi milik seorang yatim dengan harga sangat mahal.

Hal ini tercantum dalam Surah al-Baqarah ayat 67 yang terjemahannya,” (Ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi.” Mereka bertanya, “Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?” Dia menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang jahil.”

Maknanya: Pada ayat-ayat yang lalu dijelaskan tentang keingkaran Bani Israil terhadap perintah Allah SWT. sedang pada ayat-ayat berikut diterangkan keingkaran mereka terhadap perintah Nabi Musa. Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya yang meminta agar ia memohon pada Tuhan agar memberi solusi dari masalah pembunuhan di kalangan mereka, “Allah SWT memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina,” yang dimaksudkan agar mereka menghapus sisa syirik karena pernah menyembah anak sapi dan siap kembali pada akidah yang benar.

Perintah ini dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan Musa, karena itu mereka bertanya, “Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?” Pertanyaan ini sungguh tidak pada tempatnya, karena mereka tahu sifat Musa yang tidak pernah main-main. Dengan sikap prihatin, dia, Musa, menjawab, “Aku berlindung kepada Allah SWT. agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh yang sering menjadikan ajaran agama sebagai permainan.”

Turunnya ayat karena telah terjadi pembunuhan di kalangan Bani Israil yang tidak diketahui pembunuhnya. Syariat Nabi Musa sesuai perintah-Nya adalah menyembelih sapi, namun orang-orang Bani Israil banyak bertanya ( alias keberatan ), meskipun akhirnya menyetujuinya.

Kisah ini diringkas sebagai berikut:

  • Latar Belakang: Terjadi pembunuhan di kalangan Bani Israil dan pelakunya tidak diketahui, menyebabkan saling tuduh.

  • Perintah Allah SWT: Allah SWT memerintahkan penyembelihan seekor sapi betina (Al-Baqarah).

Ciri-ciri Sapi

  • Tidak tua dan tidak muda (pertengahan).

  • Berwarna kuning tua/kuning cerah yang menyenangkan pandangan

  • Belum pernah digunakan untuk membajak tanah atau mengairi tanaman.

  • Tidak cacat dan tidak belang (warna murni).

Sikap Bani Israil: Mereka banyak bertanya dan meremehkan perintah, yang membuat pencarian sapi tersebut menjadi sulit.

Penyelesaian: Sapi tersebut ditemukan pada seorang pemuda yatim yang taat, lalu dibeli dengan harga sangat mahal (setara emas).

Keajaiban: Setelah disembelih, mayat korban dipukul dengan salah satu anggota tubuh sapi tersebut, lalu ia hidup kembali dan menyebutkan pembunuhnya.

Hikmah: Kisah ini menunjukkan kekuasaan Allah SWT. menghidupkan yang mati, pentingnya ketaatan tanpa banyak menuntut, dan peringatan akan watak bebal Bani Israil.

Berikut ini adalah penjabaran hikmah dari kisah tersebut menurut pandangan Islam.

1. Kekuasaan Allah SWT Menghidupkan yang Mati.

  • Keajaiban Mukjizat: Allah SWT memerintahkan Bani Israil untuk menyembelih seekor sapi betina dan memukulkan sebagian tubuh sapi tersebut ke jasad orang yang terbunuh misterius.

  • Bukti Kebangkitan: Dengan izin Allah SWT mayat tersebut hidup kembali sesaat dan memberitahukan siapa pembunuhnya, sebelum akhirnya wafat kembali. Ini adalah bukti mutlak kekuasaan Allah menghidupkan kembali makhluk yang telah mati (kekuasaan yang sama yang akan ditunjukkan pada hari kebangkitan).

2. Pentingnya Ketaatan Tanpa Banyak Menuntut.

  • Perintah Awal Sederhana: Awalnya, Allah SWT.hanya memerintahkan untuk menyembelih sapi betina. Jika mereka langsung taat, sapi apa saja sudah cukup.

  • Dampak Banyak Bertanya: Karena watak Bani Israil yang suka bertanya dan membantah, kriteria sapi tersebut menjadi semakin spesifik dan sulit ditemukan (tidak tua/muda, warna kuning, tidak cacat, belum membajak).

  • Hikmah Ketaatan: Ketaatan tanpa ragu dan tidak mempersulit diri dalam beribadah adalah kunci. Banyak bertanya atas perintah Allah SWT. yang jelas dapat mempersulit diri sendiri.

3. Peringatan akan Watak Bebal Bani Israil

  • Kedegilan Hati: Kisah ini menonjolkan watak sebagian Bani Israil yang keras kepala, bebal, dan tidak langsung mematuhi perintah Nabi Musa AS.

  • Keraguan dan Ejekan: Saat diperintah, mereka justru menuduh Nabi Musa sedang mengejek, padahal Nabi Musa berlindung kepada Allah SWT. dari menjadi orang bodoh.

  • Hampir Tidak Mengerjakan: Al-Quran menyebutkan, "...hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu," karena keraguan dan perdebatan mereka.

Kesimpulan

Kisah ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan peringatan bagi umat Islam untuk taat penuh (sami'na wa atha'na) kepada perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, serta menghindari sikap banyak menuntut atau mempersulit perkara agama yang berujung pada kekerasan hati.

Kisah ini diabadikan dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 67-73. Semoga kita semua tidak mencontoh watak Bani Israil. Ingat mereka saat ini telah membuat onar dunia dan itu memang wataknya seperti tersurat dalam al-Quran.