Antara Tugas, Organisasi, dan Healing: Realita Hidup Mahasiswa

Mahasiswa UIN Jakarta Fakultas Ushuluddin Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Aufa Rifky Ahmadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh : Aufa Rifky Ahmadi Mahasiswa UIN Jakarta Smester 2

Kehidupan kampus seringkali dianggap sebagai masa paling bebas dan menyenangkan. Tapi kenyataannya, jadi mahasiswa itu nggak semudah yang dibayangin. Banyak yang harus dijalanin bareng-bareng: tugas kuliah yang numpuk, kegiatan organisasi, sampai tekanan buat mikirin masa depan. Belum lagi masalah pribadi yang kadang ikut bikin stres. Jadi janga lihat mahasiswa itu dri cover nya yang senang- aja yak arna jadi mahasiswa ga semudah yang di bayangkan.
-Waktu Yang harus bisa di atur
Banyak mahasiswa yang harus pintar-pintar bagi waktu. Pagi sampai sore kuliah, malamnya rapat organisasi, weekend baru bisa napas sebentar. Kadang, saking sibuknya, waktu istirahat dan waktu untuk diri sendiri jadi terabaikan. Akhirnya burnout pun datang tanpa disadari.
-Lingkungan Mahasiswa
Tekanan dari lingkungan juga nggak kalah bikin pusing. Ada yang harus mikirin nilai biar dapat beasiswa, ada juga yang kepikiran biaya kuliah, atau dituntut cepet lulus sama keluarga. Belum lagi yang merasa insecure karena lihat teman-teman udah aktif di sana-sini, punya banyak pencapaian, sedangkan diri sendiri merasa biasa-biasa aja.
Tapi dari semua tantangan itu, kehidupan kampus juga ngajarin kita banyak hal. Gimana caranya ngatur waktu, gimana kerja sama dalam tim, bahkan belajar buat kenal dan sayang sama diri sendiri. Kampus bukan cuma tempat buat cari nilai, tapi juga tempat tumbuh jadi versi terbaik diri kita.
Kesimpulan
Jadi mahasiswa memang nggak gampang. Tapi di balik semua tekanan, selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Jangan lupa kasih ruang buat diri sendiri, istirahat itu penting. Nggak harus selalu produktif kok, asal tetap bertumbuh. Ingat, perjalanan tiap orang beda-beda. Nikmati prosesnya dan jangan terlalu keras sama diri sendiri.
