Dilema Teknologi AI Bagi Manusia: Apakah Menguntungkan atau Merugikan?

Mahasiswa S1 Teknik Industri di Institut Teknologi Telkom Purwokerto
Tulisan dari AZZAHRA DWINA AURA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akhir-akhir ini, teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan masyarakat karena dapat membantu manusia dalam berbagai bidang, seperti kesehatan, keamanan, pendidikan, bisnis, industri dan lainnya. Teknologi AI ini dianggap lebih cepat, efektif, efisien dan teliti. Namun, di balik segala kelebihannya, muncul kekhawatiran mengenai apakah AI ini memberikan manfaat yang menguntungkan atau malah merugikan bagi masyarakat.
Perkembangan teknologi kecerdasan manusia (AI) yang semakin pesat ini memberikan kemudahan bagi pekerjaan manusia dan memiliki potensi untuk mencerdaskan manusia. Misalnya dalam dunia pendidikan, teknologi AI ini dapat digunakan untuk membantu dalam memecahkan masalah, mencari sumber belajar, dan lain sebagainya. Di dunia bisnis, teknologi AI ini digunakan untuk memprediksi keuangan suatu perusahaan, memprediksi kerugian, menganalisis data keuangan, dan lain sebagainya. Selain itu, AI juga dapat memudahkan dalam mendiagnosis penyakit di bidang kesehatan, meningkatkan kemajuan penelitian ilmiah, membantu dalam proses perencanaan, dan lain sebagainya. Dalam berbagai bidang, teknologi kecerdasan manusia (AI) sangat membantu manusia.
Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi kecerdasan manusia (AI) ini juga membawa beberapa dampak negatif. Misalnya, penyalahgunaan AI yaitu penyebaran informasi palsu melalui modus melalui via telepon dengan menirukan suara orang terdekat korban. Tak hanya itu, saat ini juga banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya karena tergantikan oleh AI seperti teller bank, kasir, pekerja pabrik, akuntan, dan lainnya. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran. Selain itu penggunaan AI yang terus menerus dapat menyebabkan ketergantungan yang berpotensi menurunkan tingkat kecerdasan manusia.
Seperti yang sudah dijelaskan di paragraf sebelumnya dapat disimpulkan bahwa sebenarnya teknologi kecerdasan manusia (AI) ini dibuat bukan untuk menguntungkan atau merugikan manusia namun untuk membantu pekerjaan manusia. Oleh karena itu, penggunaan AI ini perlu adanya peraturan atau regulasi agar tidak disalahgunakan dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
