news-card-video
30 Ramadhan 1446 HMinggu, 30 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

Trump dan Benteng Ekonomi: Proteksionisme Sebagai Senjata Amerika Serikat

Aura Aprilia Syarah Diba
Mahasiswa Aktif Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Mulawarman
16 Maret 2025 2:29 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Aura Aprilia Syarah Diba tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Sebagai negara super power, Amerika Serikat selalu menjadi sorotan dunia internasional baik dari segi ekonomi, politik hingga militer. Naiknya Trump menjadi presiden Amerika Serikat pada periode pertama di tahun 2016 tentunya membawa babak baru bagi negara adidaya tersebut. Dengan slogan "Make America Great Again" yang artinya membuat Amerika kembali berjaya, yang menarik perhatian warga negara Amerika Serikat untuk menghantarkan Donald Trump pada kursi kekuasaan. Seperti yang kita ketahui bahwa situasi ekonomi global pada saat ini menganut sistem ekonomi liberal, ditandai dengan fenomena perdagangan bebas yang dilakukan oleh berbagai negara baik secara bilateral maupun multilateral.
ADVERTISEMENT
Amerika sebagai pendukung adanya sistem ekonomi global tersebut sering kali terlibat dalam perdagangan bebas. Terdapat beberapa pakta perdagangan yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat seperti North America Free Trade Agreement (NAFTA), World Trade Organization (WTO), dan Trans Pasific Partnership (TPP). Di tengah maraknya negara-negara melakukan kerjasama dalam perdagangan bebas, berbanding terbalik dengan kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh Trump pada saat itu ialah kebijakan proteksionisme sebagai bentuk pengendalian serta perlindungan terhadap aktivitas ekspor dan impor AS.
Kebijakan Proteksionisme Trump Slogan "American First"
Proteksionisme merupakan suatu kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh negara untuk membatasi perdagangan antar negara melalui beberapa metode seperti penetapan tarif barang impor, membatasi kuota barang, penekanan pada "American Fisrt" dalam kebijakan perdagangan internasional dengan tujuan untuk melindungi industri domestik dari persaingan industri luar negeri, meningkatkan ekonomi domestik, serta peraturan pembatasan lainnya. Selain itu, kebijaakn "American Fisrt" yang diterapkan oleh Trump bertujuan untuk menempatkan kepentingan ekonomi AS sebagai prioritas utama dalam setiap aspek kebijakan ekonomi dan perdagangan internasional.
ADVERTISEMENT
Berbagai bentuk proteksionisme yang dilakukan oleh Amerika Serikat salah satu langkahnya yaitu menaikkan tarif impor tinggi terhadap sejumlah barang di beberapa negara seperti China, Kanada dan Eropa. Salah satunya, Amerika menaikkan sebesar 10-20% tarif impor terhadap produk yang dibuat oleh China. Hingga pada akhirnya kebijakan proteksionisme yang dikeluarkan oleh Trump membuat Amerika Serikat menjadi sorotan dunia internasional.
Priteksionisme Memicu Perang Dagang AS-China
Perang dagang AS-China (gambar diolah oleh penulis)
Melalui kebijakan proteksionisme yang dilakukan oleh Trump tentunya berdampak pada negara-negara yang bermitra dangan dengan AS seperti China, Kanada dan Eropa. Pada Maret tahun 2018 Trump menaikkan tarif pada impor baja sebesar 25% dan tarif impor aluminium sebesar 10%. Hal ini memicu terjadinya pembalasan dari negara-negara yang dikenai tarif impor oleh AS terutama dengan China. Perang dagang ini terjadi karena Trump merasa kesal dengan neraca perdagangan AS yang selalu tercatat defisit dengan China. Selain itu, Trump juga merasa bahwa perekonomian China dapat menyaingi Amerika Serikat, dengan berbagai produk buatan China yang memiliki harga cukup terjangkau bagi negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada produk impor negara maju.
ADVERTISEMENT
Oleh karenanya, Trump memilih langkah proteksionisme untuk memperbaiki neraca perdagangan AS. China kemudian juga membalas tarif yang diberikan AS dengan menetapkan tarif sebesar 10% untuk produk minyak mentah, mesin pertanian, dan mobil bermesin besar, serta tarif 15% pada batu bara dan gas alam cair produk dari AS. Perang dagang kedua negara ini kemudian semakin panas dan menjadi sorotan bagi dunia internasional. Meskipun membalas tarif yang diberikan oleh AS, China tetap bersedia berunding tarkait kesepakatan dagang ini.
Impact Proteksionisme Terhadap Ekonomi Indonesia
Rencana kebijkan ekonomi yang dibuat oleh Trump diprediksi memberikan dampak terhadap Indonesia, mengingat negara kita ini sangat bergantung pada ekspor ke Amerika Serikat. Dari sudut pandang Indonesia, kebijakan ini berpotensi menciptakan kendala bagi produk-produk Indonesai di pasar Amerika Serikat. Dengan adanya kebijakan proteksionisme tersebut, Indonesia mengalami sedikit kekhawatiran terkait tingkat ekspor yang akan mengalami penurunan. Selain itu, tarif impor ini menyebabakn peningkatan harga pada produk Indonesia.
ADVERTISEMENT
Ramalan Ekonomi AS Masa Pemerintahan Trump Jilid II
KembalinyaTrump menjadi presiden Amerika Serikat, tidak dapat dipungkiri bahwa akan membawa arah baru bagi politik dan perekonomian global, sehingga kemungkinan besar kebijakan proteksionisme ini diteruskan seperti yang diterapkan selama periode pertama Trump menjabat, dengan menerapkan tarif impor terhadap beberapa negara yang dianggap sebagai pesaing ekonomi AS seperti China dan Uni Eropa. Trump juga akan membatasi imigrasi yang masuk dari negara-negara tertentu. Selain dari itu, Trump pastinya juga akan memfokuskan pada peningkatan pertumbuhan ekonomi domestik Amerika Serikat.
Referensi
Aulia, L. (2025, February). Perag Dagang Memanas, China Balas Tarif Trump. https://www.kompas.id/artikel/perang-dagang-memanas-china-balas-tarif-trump
CNN Indonesia. (2020, November). Kronologi Perang Dagang AS-China Selama Kepemimpinan Trump. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201103154223-92-565387/kronologi-perang-dagang-as-china-selama-kepemimpinan-trump
ADVERTISEMENT
Kurniawati, A. (2019, Maret). Proteksionisme Ekonomi Amerika Serikat Pada Era Donald Trump. https://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/26053/%2811%29%20NASKAH%20PUBLIKASI.pdf?sequence=11&isAllowed=y
Mauhid, H. K. (2024, November). Donald Trump Menang Pilpres AS, Apakah Kebijakan Proteksionisme Dipertahankan?. https://www.tempo.co/internasional/donald-trump-menang-pilpres-as-2024-apakah-kebijakan-proteksionisme-dipertahankan--1166030
Purwanto, A. (2024, Novermber). Menimbang Dampak Kebijakan Proteksionisme Trump Terhadap Ekonomi Indonesia. https://www.kompas.id/artikel/menimbang-dampak-kebijakan-proteksionisme-trump-terhadap-ekonomi-indonesia
Aura Aprilia, Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Mulawarman