Layanan Pembelajaran ‘Era New Normal’ Menata Sosial Baru

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Tulisan dari Aura Salsabila El Adny tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Aura Salsabila El Adny, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Adanya penyebaran Covid-19 yang terjadi di tahun ini menyebabkan perubahan sosial tersebut terjadi dengan cepat. Ditambah era new normal membuat perubahan semakin terasa dengan banyaknya himbauan mengenai pencegahan Covid-19. Perubahan sosial adalah proses sosial yang dialami oleh anggota masyarakat serta semua unsur-unsur budaya dan sistem-sistem sosial, dimana semua tingkat kehidupan masyarakat secara sukarela atau dipengaruhi oleh unsur-unsur eksternal meninggalkan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial lama kemudian menyesuaikan diri atau menggunakan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial yang baru (Burhan, 2006). Dari pernyataan tersebut tentu kita dapat melihat apa saja perubahan yang mempengaruhi pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial yang terjadi di tahun ini. Dengan adanya suatu keharusan bertahan dalam kondisi seperti ini tentu membuat kita mau tidak mau menyesuaikan hal tersebut.
Perubahan sosial dapat terjadi ketika masyarakat itu sendiri dapat beralih dan meninggalkan pola-pola kehidupan, budaya dan sistem sosial yang biasa digunakan menuju pola-pola kehidupan, budaya dan sistem sosial yang baru. Seperti menjaga protokol kesehatan yang bahkan saat ini bisa dikatakan sebagai budaya populer di era new normal. Tidak lupa dengan sistem pembelajaran di Indonesia yang serentak disesuaikan pada situasi dan kondisi saat ini.
Sistem pembelajaran yang diubah sering disebut dengan sistem pembelajaran jarak jauh (daring). Sistem ini sangat mengandalkan peran teknologi dan media online dalam pelaksanaannya. Adanya perkembangan teknologi yang memiliki pengaruh besar terhadap perubahan setiap bidang, dimana pada bidang pendidikan termasuknya, dapat membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih inovatif dengan beberapa model pembelajaran. Model tersebut tentu membantu guru dan murid dalam melakukan pembelajaran pada situasi apapun. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa adanya teknologi memberikan dampak positif terhadap pembelajaran.
Pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran yang dilakukan dengan tidak bertatap muka langsung, tetapi menggunakan platform yang dapat membantu proses belajar mengajar yang dilakukan meskipun jarak jauh (Oktavia, 2020). Model pembelajaran ini berbeda dari yang biasa kita gunakan pada saat pembelajaran tetap muka. Perbedaan tersebut tentu sangat terasa, terutama pada bagian tidak adanya tatap muka yang berlangsung.
Tujuan dari pembelajaran jarak jauh atau daring ialah memberikan layanan pembelajaran bermutu dalam jaringan yang bersifat massif, dan terbuka untuk menjangkau peminat ruang belajar agar lebih banyak dan lebih luas (Martin, 2015). Jika melihat dari tujuannya, tentu saja model pembelajaran ini diadakan untuk kepentingan bersama seorang guru atau dosen dan juga seorang murid atau mahasiswa.
Banyak platform yang tersedia dalam model pembelajaran daring ini. Seperti contohnya Zoom, Gmeet, Microsoft teams, Google Classroom, dan masih banyak lainnya. Saat ini ada aplikasi lainnya yang diolah oleh setiap instansi sekolah itu sendiri. Banyak instansi tertentu yang mempunyai platform pembelajaran daring sendiri yang dibuat oleh pihak sekolah atau kampus. Seperti contonya aplikasi Myklass milik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang membantu pembelajaran jarak jauh (daring) mahasiswanya.
Dengan adanya pandemi yang membuat kegiatan belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh atau pembelajaran daring, hal tersebut dapat memicu kecenderungan pergeseran dunia Pendidikan dari yang biasanya melalui pertemuan tatap muka yang konvensional ke arah kegiatan belajar mengajar yang lebih ke arah terbuka atau menggunakan media online. Mengambil contoh dari pengalaman 2020 yang mana ada banyak keterbatasan dalam interaksi komunikasi dan kegiatan tatap muka dalam bidang Pendidikan, dapat memberi acuan pada kegiatan belajar mengajar di asa mendatang yang akan lebih fleksibel, terbuka, dan mudah diakses oleh siapapun.
Adanya perkembangan teknologi dan informasi dalam dunia pendidikan, maka pada saat itu sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya (Haris, 2017).
Melalui hal tersebut, dapat dikatakan bahwa pembelajaran jarak jauh atau daring merupakan budaya baru yang popular di masa ini dan masa yang akan mendatang. Karena jika masyarakat dapat menerima model pembelajaran jarak jauh ini maka sesusai yang dikatakan Burhan dalam bukunya yang berjudul Sosiologi Komunikasi, kebudayaan populer banyak berkaitan dengan masalah keseharian yang dapat dinikmati oleh semua orang atau kalangan orang tertentu.
Uraian di atas secara sosiologis mengarahkan dan mengkondisikan pemikiran baru para milenial dan masyarakat pada umumnya untuk mampu berkomunikasi dengan sistem dan model yang tepat dan benar untuk memaknai arti komunikasi. Membangun komunikasi yang berkelas, komunikasi yang bermakna dan bisa memaknai komunikasi bukan hanya untuk menyampaikan pesan, tapi menata komunikasi untuk belajar memaknai konteks sosial yang berarti pencapaian mutu kehidupan baru.
