Konten dari Pengguna

LPDP Tebar Karsa: Menyalakan Asa Pelajar NTT Menuju Masa Depan Cerah

Aurelle Latisha Hardana

Aurelle Latisha Hardana

Mahasiswa Manajemen Universitas Pembangunan Jaya

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aurelle Latisha Hardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama tim pelaksana Tebar Karsa dengan para siswa SMA Katolik Suria Atambua. Sumber foto: Tim Dokumentasi PK-261
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama tim pelaksana Tebar Karsa dengan para siswa SMA Katolik Suria Atambua. Sumber foto: Tim Dokumentasi PK-261

Tak semua mimpi lahir di pusat kota, sebagian justru tumbuh di wilayah yang luput dari perhatian. Tantangan akses informasi beasiswa dan perencanaan karier masih dirasakan di banyak daerah, termasuk Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Menjawab kebutuhan itu, para penerima beasiswa LPDP angkatan PK-261 “Rinjani Mandala” menggelar program “Tebar Karsa – Temukan Bakat, Arahkan Rencana, untuk Karir dan Studi Anda” di SMA Katolik Suria Atambua.

Sebagai bagian dari Program Persiapan Keberangkatan (PK), setiap awardee LPDP diwajibkan melaksanakan proyek sosial yang mencerminkan nilai kepemimpinan dan pengabdian. “Tebar Karsa” dipilih sebagai bentuk kontribusi nyata ke wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses informasi pendidikan.

Mengapa Atambua Jadi Pilihan?

Pemilihan Atambua bukan keputusan spontan, melainkan berdasarkan analisis sebaran peserta PK-261 yang menunjukkan representasi besar dari wilayah Indonesia Timur. Kawasan ini, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menghadapi tantangan struktural dalam pembangunan, terutama di sektor pendidikan. Data BPS turut menguatkan, NTT tercatat sebagai salah satu dari lima provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah di Indonesia.

Langkah ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang menekankan pemerataan akses pendidikan. Berdasarkan survei pra-kegiatan, hampir 95% siswa SMA di Atambua ingin melanjutkan studi, namun terhambat informasi, motivasi, dan perencanaan karier.

SMA Katolik Suria Atambua pun dipilih karena koneksi personal dari beberapa peserta PK-261 asal NTT, termasuk tiga orang yang berasal langsung dari Atambua, sementara total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 200 siswa.

Siswa SMA Katolik Suria Atambua saat melakukan pendaftaran kegiatan Tebar Karsa. Sumber foto: Tim Dokumentasi PK-261

Apa Saja yang Dibahas di Tebar Karsa?

Foto bersama kepala sekolah, guru, dan staf sekolah dengan pemateri, pembicara, serta tim LPDP PK-261. Sumber foto: Tim Dokumentasi PK-261

Tebar Karsa menghadirkan seminar motivasi, workshop, serta sesi konsultasi langsung yang dirancang untuk membuka wawasan siswa. Tiga topik utama yang dibahas mencakup cara mengenali bakat, strategi meraih beasiswa, dan perencanaan karir sejak dini. Setiap sesi dirancang interaktif agar siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga aktif menggali arah masa depan mereka.

Selain seminar, peserta mengikuti workshop membuat mind map cita-cita. Mereka juga berkonsultasi langsung di enam booth minat (pendidikan, STEM, kesehatan, kewirausahaan, sosial-humaniora, dan media digital).

Kata Mereka: Dampak Nyata di Tengah Keterbatasan

Tebar Karsa memberi dampak nyata bagi siswa yang selama ini minim akses informasi studi lanjut. Banyak yang merasa lebih percaya diri untuk menentukan arah masa depan setelah mengikuti kegiatan ini.

“Sosialisasi ini memberi harapan dan motivasi baru, khususnya bagi saya yang bercita-cita melanjutkan studi di Faculty of Arts and Social Sciences di Singapura. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan agar makin banyak siswa Atambua yang berani bermimpi besar dan bangga membanggakan orang tuanya,” ujar Catherine Datilau, siswi kelas 12.

Dukungan juga datang dari pemerintah daerah yang menilai kegiatan ini sangat berdampak. “Inisiatif seperti ini sangat penting untuk membuka akses informasi, menumbuhkan motivasi, dan membimbing generasi muda agar memiliki visi dan arah yang jelas dalam merancang masa depan mereka,” ujar Blasius Bria, S.S., Kabid Pendidikan Anak Usia Dini Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Belu.

Program dari PK-261 "Rinjani Mandala" yang merupakan awardee dari LPDP ini berdampak langsung bagi pelajar di Atambua, membuka akses informasi dan menumbuhkan arah masa depan. Semangat untuk bermimpi dan melangkah kini tumbuh lebih kuat di antara mereka. Dengan akses dan dukungan yang tepat, mampu menyalakan semangat yang sudah ada dalam diri mereka.